Apa yang dilakukan Bareskrim segera setelah mengetahui ada tujuh tahanan narkoba yang kabur?
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Januari 2017 - 13:25 WIB
WowKeren - Kaburnya 7 tahanan narkoba, Selasa, 24 Januari membuat Bareskrim Polri segera bertindak cepat. Bareskrim langsung membentuk tim untuk menangkap kembali ketujuh tahanan yang kabur tersebut. Mereka juga menghimbau para tahanan tersebut untuk menyerahkan diri sebelum diberi hukuman yang lebih berat.
"Sudah diketahui dan kami mengimbau kepada keluarga agar menyerahkan diri, untuk menginformasikan atau kita ambil tindakan tegas," kata Direktur IV Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 24 Januari.
Dari tujuh tahanan yang kabur itu, tiga tersangka kasus sabu atas nama Azizul alias Izul (30), Ridwan R alias Rambe (22), dan Cai Chang alias Antoni (49). Sedangkan empat tahanan lainnya, yang merupakan tersangka kasus ganja, adalah Anthony alias Ridwab (33), Amiruddin alias Amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34). Berdasarkan pengecekan kamera CCTV, Eko menjelaskan para pelaku berada di ruang tahanan nomor 5. Mereka membobol tembok sejak pukul 00.00 WIB. Para tahanan tersebut menggunakan batang besi dengan panjang sekitar 30 cm. Setelah tembok jebol, para tahanan lari dan memanjat dinding setinggi 2,5 meter di belakang Rumah Sakit Otak, yang berdampingan dengan gedung Direktorat IV Bareskrim. Mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk melarikan diri.
"Pukul 04.15 WIB baru kebobol itu pintu kamar mandinya. Dari situlah keluar tujuh orang ini. Tiga orang tahanan narkotika jenis sabu dan empat dari ganja," jelas Eko. "Kami temukan besi 30 cm di belakang tembok kamar mandi, diduga batangan besi itu didapat dari patahan batangan besi yang sudah lama atau dia mengambil dari atas situ yang sudah patah."
Eko menegaskan Bareskrim juga telah memeriksa petugas piket. Para tahanan yang kabur merupakan jaringan kasus ganja yang ditangkap di Depok, Ciputat, dan Bogor. "Baru sebulan atau 2 bulan belakangan kita lakukan penangkapan. Tidak ada kaitannya dengan Lapas Nusakambangan," pungkasnya.
(wk/)