Simak detil penyebab yang membuat keduanya mendapat siksaan paling banyak? Simak di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 27 Januari 2017 - 10:05 WIB
WowKeren - Kasus kekerasan acara pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala UII) menewaskan 3 peserta, yakni Muhammad Fadhli, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi. Kasus diksar maut ini tengah diusut oleh pihak kepolisian.
Salah satu peserta yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) akhirnya memberikan kesaksian tentang apa yang mereka alami di kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi pemukulan tersebut menurut Rahma juga tak hanya dilakukan oleh satu dua orang panitia saja. "Itu kan operasionalnya tidak cuma satu, banyak," lanjut Rahma dilansir Krjogja.
Rahma yang berada di lokasi pelatihan mengaku juga melihat aksi pemukulan pada almarhum Muhamad Fadhli dan Syaits Asyam yang memang berniat mengundurkan diri karena merasa tidak kuat. Bahkan ia menceritakan semakin ingin berniat mundur maka akan semakin banyak pukulan yang diterima.
"Kalau Asyam memang lebih banyak dipukul, paling sering makannya badannya memar gitu kan. Kebetulan dia badannya besar, fisiknya lemah, dia tidak sanggup minta mundur, intinya kalau kita tidak sanggup minta mundur tambah azab kita tambah dihabisin," ungkapnya.
Almarhum Fadli disebutkan Rahma sudah berniat mundur sejak hari pertama karena merasa tidak kuat, namun oleh panitia tidak diijinkan dan tetap diminta mengikuti kegiatan. "Fadli itu punya sakit maag sudah mau mundur di hari pertama tapi tidak boleh, sempat dipukul juga," imbuhnya lagi.
(wk/)