Ini hal yang menyebabkan pihak kepolisian bisa menduga akan ada tindakan anarkis di aksi 212.
- Tim WowKeren
- Senin, 20 Februari 2017 - 16:05 WIB
WowKeren - Selasa (21/2) ormas Islam di Indonesia kembali akan menggelar aksi massa. Namun, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan jika pihaknya mendeteksi akan ada aksi anarkis dalam kegiatan tersebut.
Irjen Boy mengatakan jika dugaan itu muncul lantaran polisi menemukan banyaknya pesan bernada provokatif. Seruan-seruan itu banyak beredar di media sosial.
"Terkait lahirnya konten provokatif di media sosial, kami sudah deteksi kegiatan mengarah provokatif dan menuju kondisi anarki," ujar Irjen Boy.
Demi mengantisipasi hal tersebut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan penanggung jawab aksi dan meminta mereka untuk tidak mengikutkan oknum yang berpotensi menyebabkan kerusuhan.
Pihak kepolisian akan meminta pertanggung jawaban dan dari koordinator aksi seandainya benar ada kerusuhan yang terjadi. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi.
"Polisi ingatkan masyarakat agar unjuk rasa dalam koridor hukum dan tidak anarkis. Korlap harus jamin ini aksi damai, kalau ada yang tidak siap jangan diajak. Korlap akan kami minta pertanggungjawaban kalau terjadi apa-apa," imbuhnya.
Sementara itu, sama seperti aksi sebelumnya ribuan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) membawa sejumlah permintaan dalam aksi yang terpusat di depan Gedung DPR/MPR itu. Antara lain terkait pemberhentian Ahok sebagai Gubernur DKI dan meminta agar cagub tersebut ditahan atas kasus penistaan agama. Sedangkan yang lain adalah mengenai kriminalisasi ulama.
(wk/)