Pihak FUI membantah mengenai pesan di media sosial terkait upaya menduduki Gedung DPR saat aksi 212.
- Tim WowKeren
- Senin, 20 Februari 2017 - 16:43 WIB
WowKeren - Rencana aksi 212 menjadi perhatian sejumlah pihak.Dalam pernyataanya baru-baru ini, Koordinator Aksi 212 Jilid II Bernard Abdul Jabbar mengatakan jika aksi pada Selasa (21/2) itu tidak bermuatan politik sama sekali.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI, karena yang hadir tidak hanya dari Jakarta saja, tapi dari luar Jakarta juga banyak," ujar Bernard.
Demi mengantisipasi, pihaknya mengatakan telah memperingatkan orator, meski begitu pihaknya tidak menjamin mereka akan benar-benar tidak menyinggung Pilkada DKI. "Kita tidak bisa melarang juga. Tapi kami sudah arahkan, ini yang nanti diucapkan. Yang pasti kita akan seleksi siapa-siapa yang akan menjadi orator," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bernand juga menegaskan jika aksi tersebut akan berlangsung damai. Ia juga membantah pesan yang beredar di media sosial terkait adanya upaya menduduki gedung DPR.
"Kami perlu untuk juga menerangkan bahwa viral-viral di media sosial yang mengatakan dan tersebar luas bahwa (akan ada) revolusi siap-siap perang, siap-siap DPR/MPR kemudian robohkan daripada pagar-pagar DPR itu tidak benar," imbuhnya.
Pihak FUI sebagai penyelenggara acara tersebut berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Mereka bahkan mengaku akan menyerahkan ke polisi jika ada pihak-pihak yang mencoba untuk memancing kerusuhan.
"Kami minta polisi menindak sesuai dengan prosedur yang ada. Kami tak ingin ada kelompok yang menghancurkan acara besok," pungkasnya.
(wk/)