Bantah Soal Racun, Korut Minta Dua Wanita Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Dibebaskan
Dunia

Ini alasan pihak Korut meminta Malaysia membebaskan dua wanita yang diduga terkait pembunuhan Kim Jong Nam.

WowKeren - Kematian kakak tiri Kim Jong Un, Kim Jong Nam membawa polemik bagi Malaysia dan Korea Utara. Pihak Korea Utara dalam pernyataanya baru-baru ini mengecam otopsi pada jenazah Kim Jong Nam dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan amoral.

"Malaysia harus menyerahkan jasad pria itu kepada pemerintah DPRK (Korut) tetapi mereka malah melakukan otopsi dan pemeriksaan forensik secara ilegal dan amoral," ujar Komite Kehakiman Korea Utara. "Ini membuktikan jika Malaysia mempolitisasi penyerahan jenazah dan menyalahi hukum internasional dan moralitas untuk mewujudkan tujuan jahatnya."

Tidak hanya itu, Korea Utara juga menolak semua hasil penyelidikan yang diungkap oleh Malaysia. Bahkan Kedubes Korut di Malaysia baru-baru ini mengatakan jika mereka tak percaya pria yang disebut sebagai Kim Jong Nam itu tewas karena racun. Oleh karenanya mereka meminta dua wanita yang diduga sebagai pelaku pembunuhan agar dibebaskan.

"Kedua wanita itu tak bersalah, tak mungkin mereka meracuni pria itu. Tuduhan mereka melumuri tangannya dengan racun adalah lelucon," terang pihak Korut. "Jika racun ada di tangan mereka, lantas bagaimana mungkin mereka masih hidup?"


Seperti diketahui, pihak kepolisian Malaysia telah menahan empat terduga pelaku pembunuhan Kim Jong Nam. Dua diantaranya adalah wanita warga negara Vietnam dan Indonesia. Dalam pernyatannya baru-baru ini polisi Malaysia mengatakan jika kedua wanita tersebut mengetahui mengenai racun dan telah terlatih.

"Kedua perempuan itu, WNI Siti Aisyah dan WN Vietnam, Doan Thi Huong telah dilatih untuk melumuri tangan mereka dengan racun lalu mengusap wajah Kim Jong-nam," ujar Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia, Khalid Abu Bakar.

Hingga kini penyelidikan terkait kasus ini belum usai. Pihak kepolisian masih memburu sejumlah pelaku lainnya. Dua diantaranya dikabarkan masih berada di Malaysia sementara tiga lainnya telah kembali ke Korut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!