Ternyata ini yang menyebabkan pesawat PM Israel tidak bisa melintas di kawasan Indonesia.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 Februari 2017 - 15:52 WIB
WowKeren - Rabu (22/2), Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan ke Australia. Namun berdasarkan pemberitaan media diketahui jika pesawat yang ditumpanginya sempat terlambat mendarat lantaran harus menghindari wilayah Indonesia.
Pesawat PM Netanyahu terbang dari Singapura dan dijadwalkan tiba pukul 06:30 waktu Australia Timur. Namun mereka harus memutar dan menghabiskan waktu sekitar 2,5 karena menghindari Indonesia. Penerbangan yang seharusnya 8,5 jam, menjadi lebih panjang dan menghabiskan waktu 11 jam.
Kejadian tersebut rupanya menimbulkan sejumlah pertanyaan. Mengapa pesawat PM Netanyahu harus menghindari wilayah Indonesia?
Menjawab hal tersebut, Kabag Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio buka suara. Ia mengatakan Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) di bawah AirNav Indonesia menerima flight plan pesawat PM Israel itu, namun belakangan diketahui jika pesawat tersebut rupanya belum memiliki izin yang dibutuhkan.
"Personel Ditjen Udara kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan mendapatkan info bahwa Kemlu belum memberikan Diplomatic Clearance serta Kemhan juga belum menerbitkan Security Clearance. Maka sesuai dengan aturan, pesawat tersebut tidak diperkenankan untuk melintas Wilayah Udara Indonesia," dilansir dari Detik.
Seperti diketahui, pesawat VIP biasanya memang membutuhkan izin dari tiga Kementerian jika ingin melintas di wilayah RI. Security Clearance dari Kemhan, Diplomatic Clearance dari Kemlu dan izin lalu lintas udara dari Kemenhub. Jika kurang satu saja maka tidak akan diizinkan melintas.
Sementara itu, PM Netanyahu sendiri diketahui berkunjung ke Singapura terlebih dahulu sebelum ke Australia. Di Negeri Kanguru itu ia tinggal selama empat hari.
(wk/)