Djarot Nilai Prorgam KJP Plus Tak Bisa Dilanjutkan, Ini Tanggapan Sandiaga
Nasional

Begini penjelasan Sandiaga Uno mengapa program KJP Plus dapat ditarik tunai oleh warga.

WowKeren - Cawagub DKI Jakarta dari paslon petahana Djarot Saiful Hidayat meminta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak memberi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada warga. Ia menilai program itu akan menjadi sulit diawasi karena dapat ditarik secara tunai.

"Kita tidak bisa memberikan angin surga yang kemudian dalam tanda kutip dia memberikan gula-gula pemanis pada warga yang nanti program seperti itu tidak bisa dilaksanakan atau tidak berkelanjutan," kata Djarot dilansir dari Liputan 6, Kamis (30/3).

Mengenai kritikan tersebut Sandiaga pun menanggapinya dengan santai. "(Tarik tunai) Kan itu hanya untuk keluarga yang tidak mampu dan yang mengalami bencana," kata Sandiaga dilansir dari Detik, Kamis (30/3).


Dalam pemantauan KJP Plus yang bisa ditarik tunai, pihaknya akan melibatkan RT, RW dan masyarakat setempat. Sehingga dana benar-benar diberikan kepada warga yang tidak mampu.

"Ada security feature dari KJP Plus itu, bahwa uang tunai yang diambil itu untuk betul keperluan makan, transport dan lain-lain," jelas Sandiaga. "Saya juga mengajak warga mengawasi. Misalnya nanti Pak RT melihat ada warga yang menarik tunai tapi untuk beli motor baru. Silakan dilaporkan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!