Pembuat aplikasi ini mengaku kecewa dengan timeline Twitter yang memiliki algoritma seperti Facebook.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 April 2017 - 14:35 WIB
WowKeren - Bagi pengguna yang kecewa dengan layanan jejaring sosial Twitter, kini ada layanan serupa bernama Mastodon. Jejaring sosial ini muncul dari hasil kekecewaan terhadap Twitter.
Pembuatnya adalah Euegene Rochko yang merasa timeline Twitter kini sudah berbeda. Timeline dengan algoritma baru mirip Facebook ini menampilkan posting berdasar kepopuleran.
Rochko pun mendesain ulang Twitter dengan menciptakan algoritma sendiri, lalu diberi nama Mastodon. Dikutip The Telegraph, Mastodon adalah Twtter versi open-source yang identik dengan beberapa perbedaan.
Pertama, postingan bisa mencapai 500 karakter. Twitter sendiri membatasi postingan penggunanya hanya 140 karakter. Kedua, pengguna Mastodon bisa membuat posting tertentu menjadi private.
Nama Mastodon diambil dari nama band metal yang Rochko sukai. Temannya membuat logo berupa gajah purba yang imut sedang memegang smartphone dan tersenyum.
Alih-alih membuat layanan yang menyatukan, Rochko membuatnya lebih seperti layanan e-mail atau RSS yakni sistem distribusi yang memungkinkan orang-orang mengirim pesan publik ke siapa saja yang mereka ikuti di layanan.
Rochko mulai membuat back-end Mastodon setahun yang lalu setelah Twitter merilis algoritma baru yang tak lagi menampilkan posting berdasar urutan waktu (chronological feed). Siapa saja bisa membuat server dan menjadi host, Mastodon bekerja di background untuk saling menghubungkannya.
(wk/)