Penembakan Mobil Oleh Polisi, Inilah Penjelasan dari Kapolda Sumsel
Nasional

Pihak kepolisian sedang menghimpun banyak informasi untuk mendalami kasus ini.

WowKeren - Kapolda Sumsesl Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan penembakan terhadap mobil sedan yang berisi 1 keluarga di Lubuklinggau dilakukan saat mobil sudah dalam posisi berhenti.

"Jadi mobil sedan itu dilakukan pengejaran oelh 4 orang petugas termasuk di antaranya Bripka K menggunakan mobil Mitsubishi Kuda Patroli Lantas hingga akhirnya berhenti," jelasnya di Polda Sumsel.

Namun, dikatakan Kapolda, setelah sedan tersebut berhenti, para penumpang yang ada di dalam mobil pun tidak mau turun saat diperintahkan untuk turun hingga akhirnya terjadi penembakan tersebut yang dilakukan oleh Bripka K menggunakan senjata SS1V2.

"Pas disuruh turun tidak ada yang mau turun. Dan, mungkin juga karena keadaan kaca yang gelap dan dinilai membahayakan sehingga terjadi penembakan tersebut," terangnya.


"Saya rasa, meskipun seperti itu keadaannya tetap SOP-nya tidak seperti itu dan itu sudah tidak sesuai prosedur. Oleh karena itu akan kita dalami kasus ini," ujar Kapolda. "Penembakan tersebut dilakukan menggunakan senjata jenis SS1V2," katanya.

Senjata tersebut saat ini sudah diamankan Tim Paminal Polda Sumsel termasuk dijadikan sebagai barang bukti. "Selain senjata jenis SS1V2, kita juga mengamankan beberapa selongsong peluru dan setidaknya ada tujuh selongsong yang berhasil diamankan," terangnya.

Seperti diberitakan, satu keluarga di dalam mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON tersebut terdiri dari tujuh orang. Akibat tembakan tersebut, Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait