Wapres JK berbicara tentang banyaknya keturunan Tionghoa yang menjadi pengusaha di Indonesia, seperti apa?
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 April 2017 - 14:41 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla baru-baru ini membahas kondisi perekonomian Indonesia dalam penutupan Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia 2017. Dalam kesempatan itu, JK juga berbicara mengenai banyaknya keturunan Tionghoa yang menjadi pengusaha.
JK mengatakan hal tersebut lantaran mereka memiliki tolak ukur yang diterapkan dalam keluarganya. Pengusaha keturunan Tionghoa kerap mengajak anggota keluarga dan saudara untuk meneruskan usaha yang ada dan mengembangkannya.
"Sederhana sekali kalau mereka punya tolok ukur yang diterapkan ke keluarganya," ujar JK. "Misalnya punya toko, anaknya diminta bikin toko yang lain. Anak-anaknya buka toko lagi. Jadinya berkembang."
Lebih lanjut, JK secara terang-terangan juga mengatakan jika keturunan Tionghoa merasa dipersulit untuk bekerja di pemerintahan atau militer. Oleh karenanya mereka kerap kali memutuskan untuk menjadi pengusaha.
"Mungkin Ahok saja yang beda. Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dulu enggak ada yang bisa seperti itu," imbuh JK. Hal tersebut tentunya berbeda dengan warga non-keturunan Tionghoa yang membebaskan anaknya. Sehingga banyak diantara mereka yang akhirnya menjadi pegawai pemerintahan atau aparat.
"Jadinya enggak tambah-tambah pengusahanya. Kadang lanjut usahanya, kadang tidak lanjut juga. Misalnya punya toko, ya toko itu aja. Kalau pengusaha Tionghoa, bikin toko lain," pungkasnya.
(wk/)