Beri Rekor MURI Untuk Karangan Bunga Ahok-Djarot, Jaya Suprana Malah Dihujat
Nasional

Begini cibiran yang dilayangkan kepada Jaya Suprana, saat ia menanyakan siapa penggagas dari karangan bunga untuk Ahok-Djarot.

WowKeren - Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menobatkan karangan bunga yang diterima Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, sebagai parade papan bunga terpanjang di Indonesia. Piagam penghargaan No.7918/R.MURI/IV/2017 itu ditandatangani 1 Mei 2017, oleh Jaya Suprana selaku Ketua Umum Muri.

Memberikan penghargaan atas hal ini, Budayawan pendiri Sanggar Pembelajar Manusia tersebut justru menceritakan cibiran yang ia dapatkan. Ia mengaku dihujat saat menanyakan siapa penggagas di balik karangan bunga untuk Ahok-Djarot.


"Hujatan itu antara lain 'otak kelas dua', rasis, provokator, tua bangka bau tanah cari popularitas, botak, jelek," ujarnya dilansir Antara. Terkait hujatan rasis, Jaya Suprana mencoba meluruskan. "Apabila memilih pasti saya bukan melihat latar belakang ras China atau bukan China tetapi apakah menindas rakyat atau tidak menindas rakyat," tuturnya.

Dalam beberapa kesempatan, Jaya Suprana memang terlihat berbeda pendapat dengan Ahok. Salah satunya masalah penggusuran dikawasan Jakarta Utara. "Saya tidak benci Ahok namun saya memang tidak setuju pada kebijakan Ahok menggusur rakyat secara melanggar hukum, hak asasi manusia (HAM), agenda pembangunan berkelanjutan, kontrak politik Jokowi dengan rakyat miskin, serta Pancasila," jelasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait