Tak hanya netter, aksi foto telanjang ini seakan mencontreng kesucian gunung di Selandia Baru.
- Tim WowKeren
- Kamis, 04 Mei 2017 - 14:22 WIB
WowKeren - Seorang foto model majalah dewasa menuai kecaman dari warga Suku Maori di Selandia Baru. Hal itu dikarenakan foto bugil di puncak gunung yang dikeramatkan.
Dikutip dari The Sun, Jaylene Cook, 25 tahun, mengunggah foto bugilnya ke sosial media setelah melakukan pendakian selama 12 jam ke puncak Gunung Taranaki. Sang kekasih yang juga menjadi fotografer, Josh Shaw, 27 tahun, mengambil gambar sang pujaan hati yang hanya mengenakan sepatu, sarung tangan dan topi.
Jaylene kemudian memposting foto itu ke akun Instagram yang memiliki pengikut 295 ribu orang. "Pendakian ini telah mengubah saya seluruhnya. Saya membuktikan seberapa jauh dapat memaksa diri saya, dan saya sangat bangga atas pencapaian ini." tulisnya di akun Instagramnya.
Unggahan ini pun mendapat 10 ribu tanggapan atau "like" dari pengikut Cook. Namun, aksi Cook menuai kecaman dari warga suku Maori yang menganggap gunung tersebut sebagai tempat suci dan keramat.
Dennis Ngawhare, akademisi Maori mengatakan aksi Cook sangat tidak pantas dan tidak sensitif. "Seperti seseorang yang mendatangi Basilika St Peter's di Vatikan dan mengambil foto bugil,” ujar Ngawhare kepada BBC.
Ngawhare mengatakan mungkin banyak orang yang akan berkata bahwa gunung itu sekadar batu dan tanah. Tapi bagi warga Maori, Gunung berapi Taranaki sangat keramat karena menjadi lokasi makam para leluhur.
Bahkan mendaki hingga ke puncak gunung dianggap sebagai sebuah penghinaan dan hanya dilakukan untuk keperluan tradisi semata. Wali Kota Stratford, Neil Volzke, sepakat bahwa aksi foto bugil Cook sangat tidak pantas secara budaya.
"Saya tidak mempermasalahkan foto bugilnya. Tapi soal foto itu diambil di gunung yang sangat penting bagi warga Maori," tutur Volzke.
Mengetahui foto bugilnyanya menuai kecaman, Cook membela diri dengan mengatakan bahwa dia telah melakukan penelitian sebelumnya. Dia bahkan menegaskan foto itu tidak ofensif.
(wk/)