Cegah Kawin Lari, Para Wanita di Daerah Ini Tak Boleh Pakai Ponsel
SerbaSerbi

Mereka biasa menerbitkan panduan demi menegakkan tradisi sosial yang konservatif dan menolak modernisasi. Misalnya wanita dilarang mengenakan celana jins.

WowKeren - Kaum hawa di Madora, sebuah perkampungan Muslim di Negara bagian Uttar Pradesh, India dilarang menggunakan telepon selular di muka umum. Aturan ini diberlakukan sebagai usaha untukk mengurangi interaksi mereka dengan kaum adam.

Menurut Kepala Kepolisian setempat ArunKumar Singh yang dikutip dari Asia One, para wanita yang melanggar aturan ini akan dikenai denda dalam jumlah besar.

"Kami menerima laporan tentang adanya aturan bahwa wanita dilarang menggunakan ponsel di muka umum," ungkap Kumar.

Disebutkan, para tetua adat di kampung itu menggariskan, bagi setiap wanita yang kepergok memakai ponsel di muka umum akan dikenai denda sebasar 325 dollar AS atau kira-kira Rp 4,3 juta.

Jumlah tersebut, bagi rata-rata penduduk di kampung Madora, merupakan jumlah yang sangat besar. Diperlukan waktu beberapa bulan untuk menabung uang sebanyak itu.


Aturan baru di kampung konservatif ini baru diterapkan pada Selasa kemarin. Menurut Kumar, aturan itu ditetapkan oleh khap panchayats, sebuah badan adat informal yang diakui di kampung-kampung di India. "Perintah seperti itu bertentangan dengan konstitusi dan kami akan mengambil tindakan," ungkap Kumar.

Badan itu meyakini telepon selular akan membantu wanita-wanita lajang untuk kawin lari. Sehingga, tanpa ponsel interaksi para perempuan itu akan menjadi terbatas.

Selain itu, badan ini pun menegakkan aturan denda bagi warga yang tepergok menyembelih sapi. Hal itu merupakan perbuatan ilegal di sebagian besar negara bagian di India, sama halnya dengan menyelundupkan minuman keras.

Mereka biasa menerbitkan panduan demi menegakkan tradisi sosial yang konservatif dan menolak modernisasi. Misalnya, perempuan dilarang mengenakan celana jins.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!