Basmi Pencurian Bawah Laut RI, Menteri Susi Tangkap Kapal China MV Chuan Hong 68
Nasional

Begini hasil investigasi Kementrian Kelautan dan Perikanan terhadap kapal yang akan mencuri harta karun bawah laut RI.

WowKeren - Kapal China, MV Chuan Hong 68 yang berupaya mencuri harta karun bawah laut Indonesia, ditangkap oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Susi Pudjiastuti selaku menteri, mengatakan hasil investigasi menyatakan kapal ini sempat kabur setelah akhirnya ditemukan 28 April 2017 di wilayah perairan Panggararang Johor Timur, Malaysia.

Kapal ini diketahui mengoperasikan crane dan melakukan pengerukan bangkai kapal karam bawah laut di sekitar Kepulauan Riau, Laut Natuna, 20 April 2017 silam. "Penegakan hukum harus dijalankan, di situlah kita harus menjaga yang di sini bukan hanya menjaga ikan, air laut, tapi semua yang ada di dalam laut, seperti situs, pariwisata harus di jaga," tegas Susi saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017.

Hasil pemeriksaan, awak kapal Chuan Hong 68 berjumlah 20 orang dan sudah dibawa menuju Pos TNI Al di Pulau Letung oleh Patroli Keamanan Laut. Kapal ini juga melanggar hukum Malaysia karena tidak melaporkan kedatangannya setelah melarikan diri dari Indonesia.


Menurut Susi, kejadian semacam ini bukan pertama kali di Indonesia. Banyak kapal asing yang ingin mencuri harta karun bawah laut Indonesia. "Ini terjadi di mana-mana. Ada yang pakai kapal dalam negeri untuk perburuan harta karun," ungkapnya.

Modus operandi yang dilakukan Chuan Hong 68 diduga berkaitan dengan pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam di sekitar Laut Natuna dan Laut Cina Selatan, di antaranya Swedish Supertanker, Seven Skies (yang tenggelam pada tahun 1969), dan kapal penumpang Jepang Katori Maru.

Kapal Chuan Hong 68 diduga kuat melanggar hukum Indonesia, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2009 tentang pelayaran, karena beroperasi di wilayah indonesia tanpa dilengkapi izin, tanpa dilengkapi surat persetujuan berlayar, tidak menyalakan AIS, dan tidak memiliki izin pengerukan, "Kita akan mencari celah karena mereka licin pakai pengacara," tutup Susi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait