Usia Hingga Profesi, Ini Bukti Indahnya K-Drama Tak Sesuai Realita di Korea
TV

Jika di karakter utama di Korea tampak muda dengan profesi yang keren, ternyata realita di Korea seperti ini.

WowKeren - Fans K-Drama pastinya tahu jika dunia drama memang tak seindah dunia nyata. Ternyata sejumlah profesi keren di drama Korea sama sekali tak sesuai dengan realita yang ada di negara tersebut. Tak semua pria atau wanita Korea berusia dua puluhan atau tiga puluhan serta berprofesi sebagai dokter, pengacara atau CEO.

Korea Communications Commission merilis laporan bertajuk "2016 Report on Media Diversity". Laporan tersebut menunjukkan betapa berbedanya drama dengan susunan sosial ekonomi dan generatif di Korea Selatan.

Mereka mempelajari 43 drama yang disiarkan antara Januari dan September 2016. Drama tayang di stasiun Big 3 (MBC, KBS dan SBS) ditambah tvN dan OCN. Mereka mencatat data pekerjaan dan umur karakter drama-drama tersebut.

Karakter utama drama seringkali masih muda dan memiliki pekerjaan profesional dengan gaji di atas rata-rata. Drama tak pernah menampilkan pekerja blue-collar (tanpa keterampilan) di atas usia 50. Ternyata semuanya berbanding terbalik dengan realita.


Dalam hal pekerjaan, sejauh ini profesi yang paling umum di kalangan pemeran utama drama adalah spesialis atau profesional sebanyak 42,2 persen. Padahal di dunia nyata, profesi tersebut hanya sekitar 10,7 persen dari angkatan kerja Korea. Di sisi lain, blue-collar hanya diwakili oleh 0,8 persen di drama tahun lalu. Sedangkan kenyataannya, sekitar 12,9 persen angkatan kerja Korea memiliki pekerjaan semacam itu.

Sama halnya dengan usia rata-rata di drama Korea yang ternyata sangat tak proporsional. Dari semua drama yang diperiksa komisi tersebut, 55,5 persen dari pemeran utama berada di usia tiga puluhan atau empat puluhan dan 38,3 persen berusia remaja atau dua puluhan. Totalnya ada 95,8 karakter dalam drama berusia rata-rata belasan hingga empat puluhan.

Menurut sensus penduduk 2015 di Korea, persentase sebenarnya dari mereka yang berusia tiga puluhan dan empat puluhan adalah 31,9 persen. Sedangkan remaja berusia belasan dan dua puluhan dan adalah 24,1 persen. Sisanya 25,9 persen berusia lima puluhan dan enam puluhan. Padahal di drama hanya mengambil 2,8 persen karakter paruh baya.

Data ini tentu saja tak akan berpengaruh pada industri hingga memicu perubahan pada K-Drama. Mengingat tujuan drama adalah menghibur penonton yang lelah dengan realita yang ada. Namun data di atas mungkin bisa membuat penonton agar tak terlalu baper saat menonton drama.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait