Ustadz Felix Siauw Tuding Pemerintah Jokowi Anti Islam, Ini Alasannya
Nasional

Ustad Felix Siauw mengatakan sulit bagi masyarakat untuk tidak berpikir pemerintah Jokowi anti Islam, kenapa?

WowKeren - Rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia yang diungkap oleh Menko Polhukam, Wiarnto beberapa waktu lalu menuai beragam reaksi dari masyarakat. Meski banyak yang mendukung, tidak sedikit yang menilai keputusan tersebut tidak benar.

Kecaman salah satunya dilayangkan oleh Ustadz Felix Siauw. Baru-baru ini ia mengunggah videonya mengomentari isu ini melalui akun Facebooknya. Dalam postingannya itu, ia membandingkan pembubaran HTI dengan peristiwa lainnya, termasuk penistaan agama dan aksi bela Islam.

Menurutnya sulit bagi masyarakat untuk tidak berpikir jika pemerintahan Presiden Joko Widodo anti islam. Ia mencontohkan bagaimana aksi bela islam justru dikaitkan dengan rencana makar dan kudeta. Sedangkan sikap berbeda justru ditunjukkan pada kasus penistaan agama.

"Coba kita lihat bagaimana penguasa kemudian pihak berwenang berkali-kali mengatakan bahwa aksi bela Islam diidentikan dengan sebuah rencana makar, kudeta, rencana menggoyang negara. Ini yang perlu kita perhatikan juga. Sebaliknya, gelar-gelar yang disematkan pada orang-orang yang mendukung penista agama adalah toleran, kebhinekaan, keberagaman dan sebagainya," ujar Felix.


Postingan itu tak pelak langsung menuai beragam komentar dari masyarakat luas. Ada yang mendukung pernyataan yang diungkap oleh Ustad Felix, sedangkan yang lain justru tidak setuju.

"HT tdk pernah menggunakan kekerasan dlm setiap dakwahya. Tp dirasa keras oleh orang yg membenci Islam, anehnya sebagian orang islam malah mendukung pembenci Islam. ASTAGFIRULLAH.... Semoga diberi hidayah," ujar netter. "Hati2 dengan ormas ini, mereka sedang cari masa. Gue sih cuma ngasih tau. Indonesia bukan cuma buat satu umat, tapi seluruh umat! #NKRIhargaMati," tulis lainnya yang tidak setuju.

Seperti diketahui, HTI sendiri dinilai sebagai ormas Islam yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45. Pemerintah sendiri kabarnya akan mengajukan gugatan untuk membubarkan organisasi ini lantaran dianggap meresahkan masyarakat.

(wk/)

You can share this post!

Related Posts