Mabes Polri membenarkan tujuh orang buronan Polisi Filipina adalah WNI. Mereka diduga telah bergabung dengan milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS.
- Tim WowKeren
- Rabu, 31 Mei 2017 - 16:08 WIB
WowKeren - Konflik berdarah yang terjadi di Marawi, Filipina tampaknya tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Sebab, hingga kini berbagai informasi yang di dapat zona konflik masih melibatkan nama-nama yang diduga warga negara Indonesia.
Terbaru, Polisi Nasional Filipina merilis empat nama daftar pencarian terduga teroris asal Indonesia. Pengumuman itu disampaikan Philippine National Police (PNP) kantor regional 10 Vicente Garcia Alagar pada Senin (29/5) melalui akun Facebooknya. Polisi merilis 96 nama teroris.
Pengumuman yang disampaikan otoritas keamanan itu disampaikan dalam Bahasa Inggris dengan tulisan Wanted atau dicari berwarna merah berukuran besar. "Masyarakat disarankan untuk waspada atau jeli dan segera melaporkan adanya orang yang mencurigakan ke kantor polisi terdekat," pinta polisi di pengumuman itu.
Sejak disampaikan pada Senin, pengumuman yang diikuti dengan kata-kata pencegahan tindak kriminal adalah kepedulian semua orang itu sudah dibagikan sebanyak lebih dari 7 ribu kali.
Mabes Polri membenarkan tujuh orang buronan Polisi Filipina adalah WNI. Mereka diduga telah bergabung dengan milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyebutkan keseluruh buronan itu terakhir diketahui berada di Filipina Selatan. Mereka pergi ke sana melalui jalur legal.
Berikut nama-nama WNI yang menjadi buronan dii Filipina:
- Al Ikhwan Yushel. Lahir di Palembayan, Sumatera Barat, 1 November 1991. Dia tiba di Filipina pada akhir Maret 2017 lalu.
- Yayat Hidayat Tarli. Lahir di Kuningan pada 25 April 1986. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi.
- Anggara Suprayogi. Lahir di Tangerang pada 26 Desember 1984. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli.
- Yoki Pratama Windyarto. Lahir di Banjarnegara, 17 September 1995. Dia tiba di Manila pada 3 Maret 2017.
- M Jaelani Firdaus. Dia tiba di Manila pada 21 Februari 2017. Dia datang bersama M Gufron.
- M Gufron. Tiba di Manila pada 21 Februari bersama M Jaelani Firdaus.
- M Ilham Syahputra (tewas). Tiba di Manila pada November 2016