Berikut penjelasan Polri terkait film pendek 'Kau Adalah Aku yang Lain' yang menuai kontroversi.
- Tim WowKeren
- Rabu, 28 Juni 2017 - 15:32 WIB
WowKeren - Baru-baru ini film pendek dengan judul "Kau Adalah Aku yang Lain" menuai kontroversi di media sosial. Karya yang menjadi pemenang Police Movie Festival ke-4 itu oleh sebagian pihak dinilai mengandung provokasi dan menyudutkan agama tertentu.
Video berdurasi 7 menit 40 detik itu sendiri menceritakan perjalanan sebuah ambulans yang membawa wanita beragam Kristen yang tengah membutuhkan perawatan segera. Namun jalan utama yang harusnya mereka lewati justru rubuh.
Supir kemudian mencoba mencari jalan lain, namun mereka tiba bisa melintas lantaran ada pengajian warga sehingga tak diizinkan lewat. Perdebatan pun sempat terjadi hingga polisi tiba di lokasi dan menengahi hingga ambulans tersebut akhirnya bisa meneruskan perjalanan.
Jalan cerita tersebut rupanya dinilai menyudutkan umat muslim hingga kontroversipun muncul. Bahkan baru-baru ini, tagar #PolriProvokatorSara juga menjadi trending topik di Twitter.
Menanggapi hal tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan jika film tersebut merupakan juara yang dipilih dari 241 film dalam lomba bertema "Unity in Diversity". Proses penjurian juga telah dilakukan dengan profesional.
"Dengan mengambil Tema 'Unity in diversity' diharapkan dapat menjadi inspirasi persatuan bangsa kita. Hasil film dan animasi Police Movie festival 2017 ini memiliki makna bahwa persatuan diraih karena keragaman, kekeluargaan, kerja sama dan gotongroyong tanpa memandang suku, ras dan agama," ujar Rikwanto.
Sementara itu, Anto Galon selaku sutradara film "Kau Adalah Aku yang Lain" telah menyampaikan permintaan maaf jika karyanya menyinggung pihak-pihak tertentu. Menurutnya filmnya tersebut harus ditonton secara utuh agar dapat memahami makna toleransi yang ada di dalamnya.
"Film itu adalah sebuah renungan bahwa sebagai seorang Muslim agar tidak menjadi oknum seperti yang si mbah dalam film," jelasnya. "Tonton film tersebut secara utuh dan resapi."
(wk/)