Pihak militer Filipina mengaku mencoba menghindari jatuhnya korban anak-anak di pertempuran Marawi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 Juli 2017 - 08:57 WIB
WowKeren - Pertempuran yang terjadi di Marawi, Filipina semakin mencekam. Kelompok teroris Maute dilaporkan tidak segan menyandera hingga membunuh warga.
Tidak hanya itu, militer Filipina baru-baru ini mengungkap jika kelompok Maute juga menyandera anak-anak. Mereka bahkan memaksa bocah-bocah itu untuk bertempur melawan tentara.
"Kami mendapat informasi meresahkan dari warga yang berhasil meloloskan diri. Ada anak-anak dan sandera yang dipaksa memerangi militer," ujar juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla.
Padilla mengatakan hal tersebut membuat jatuhnya korban anak-anak sulit dihindari. Meski militer mereka berusaha untuk tetap menghindari menyerang anak-anak.
"Pasukan kami berusaha sekuat tenaga untuk menghindari korban anak-anak yang dipaksa bertempur," jelasnya. "Namun saat baku tembak terjadi, tidak banyak hal yang bisa kami lakukan. Begitu juga dengan sandera."
Sementara itu, pertempuran yang terjadi di Marawi telah menewaskan setidaknya 500 orang. Baik dari pihak militer, warga atau militan.
(wk/)