Inilah alasan pemerintah Malaysia melarang pemutaran lagu 'Despacito' di televisi dan radio milik negara.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 22 Juli 2017 - 10:06 WIB
WowKeren - Di tengah popularitasnya, lagu "Despacito" ternyata juga menuai kecaman. Salah satunya datang dari Malaysia. Pemerintah Negeri Jiran memutuskan untuk melarang seluruh media massa baik televisi maupun radio milik negara memutar lagu milik Luis Fonsi dan Daddy Yankee tersebut karena liriknya bermuatan sensual.
Diwartakan ABC NEWS, Jumat (21/7), Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak telah mengumumkan larangan itu melalui Radio Televisyen Malaysia (RTM) milik pemerintah. Larangan tersebut menyusul banyaknya keluhan dan komentar miring soal lirik lagu tersebut.
Seperti yang diketahui, judul lagu berbahasa Spanyol itu berarti perlahan dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, liriknya menceritakan sebuah hubungan intim yang dilakukan secara perlahan hingga meninggalkan kenangan yang mendalam.
"Despacito tidak akan diputar oleh stasiun penyiaran milik pemerintah, karena kami menerima pengaduan masyarakat," kata Salleh Said Keruak. "Lirik lagu itu tidak cocok untuk didengar."
Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat. Salah satunya datang dari partai Islam perempuan Malaysia, Amanah. Mereka mendesak pemerintah melarang lagu yang memiliki konten vulgar tersebut.
Pimpinan Amanah, Atriza Umar, mengutarakan musik berbau porno itu tidak cocok didengar anak-anak muda. "Aku melihat ini sebagai masalah serius karena lagu tersebut dinyanyikan oleh kaum muda tanpa mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut," kata Atriza Umar.
Lagu Despacito pertama kali dirilis pada Januari 2017 di Spanyol oleh Luis Fonsi, dan rapper Daddy Yankee. Single tersebut semakin populer setelah dibuatkan versi remix yang menampilkan Justin Bieber.
Kini, lagu tersebut sudah diperdengarkan sebanyak 4,6 miliar kali di berbagai platform digital. Raihan itu menjadikan "Despacito" sebagai lagu berbahasa Spanyol paling sukses sepanjang masa.
(wk/)