Inilah alasan mengapa Justin Bieber membatalkan sisa jadwal tur konsernya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 Juli 2017 - 10:05 WIB
WowKeren - Justin Bieber minta maaf kepada penggemarnya karena telah membatalkan sisa jadwal tur konser "Purpose". Penyanyi asal Kanada itu mengaku stres karena telah menjalani tur selama 18 bulan terakhir ini.
Permintaan maaf tersebut disampaikan lewat sebuah video rekaman yang ditayangkan oleh TMZ. Saat itu, Bieber tengah berada di dekat pantai di Santa Monica, California, beberapa jam setelah pengumuman pembatalan konser pada Senin (25/7).
Bieber yang muncul dengan kostum kasual langsung ditanya oleh reporter terkait alasannya membatalkan sisa jadwal tur konsernya. Dengan santai, Bieber pun akhirnya menjelaskan alasannya.
"Yeah, semua baik-baik saja," kata Bieber dalam video tersebut. "Konser itu sudah berlangsung hampir dua tahun, itu bikin stres dan aku butuh relaksasi dengan bersepeda."
Video of Justin Bieber spotted out in California today. (July 24) pic.twitter.com/WlQZTs9rz3
— JBCrewTour (@JBCrewTour) 24 Juli 2017
Bieber lanjut menyampaikan permintaan maafnya kepada penggemar yang merasa kecewa dengan keputusan tersebut. "Aku mencintai kalian semua. Kalian mengagumkan. Maaf untuk semua yang merasa kecewa atau terkhianati ataupun yang lainnya. Semoga hari kalian diberkati," ungkap pelantun "Sorry" ini.
Pengumuman pembatalan konser Justin Bieber itu telah disampaikan melalui laman resminya. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen terkait sebab pembatan itu. Dalam pernyataan tertulis itu hanya menyebutkan bahwa Bieber membatal sisa jadwal konser karena sebab yang tidak terduga.
Dimulai sejak 2015, Justin Bieber telah menggelar 150 konser "Purpose" di berbagai negara. Tur tersebut diperpanjang pada 9 Maret 2016 hingga 2017. Indonesia sendiri menjadi singgahan terakhir Bieber, setelah mengunjungi beberapa negara di Asia termasuk Tokyo, Hong Kong, Filipina, serta Singapura.
Namun dengan adanya pembatalan ini, Bieber resmi tidak akan menggelar konser di Asia yang seharusnya dimulai pada 23 September di Tokyo, Jepang. Ia juga membatalkan beberapa jadwal konser di Amerika Utara.
(wk/)