Kapolri Ungkap Alasan Ganti Irjen Iriawan dengan Idham Azis Sebagai Kapolda Metro
Nasional

Ternyata ini alasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengganti Kapolda Metro Jaya dengan Irjen Idham Azis.

WowKeren - Selasa (25/7), Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi mengangkat Irjen Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Mochamad Iriawan. Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkap apa alasan sebenarnya dari rotasi tersebut.

Dalam pernyataanya, Tito membantah jika ia mengganti Iriawan lantaran dinilai gagal. Ia justru mengangkat Irjen Iriawan menjadi Asisten Operasi lantaran keberhasilannya menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di Jakarta.

"Irjen Mochamad Iriawan jadi Asisten Operasi (Asops). Kenapa? Itu karena di Metro relatif cukup berhasil, menghadapi demo, kasus-kasus narkotika, ada pembunuhan, perampokan, relatif cukup baik. Sehingga Jakarta saya rasa situasinya saat ini relatif tenang. Masa puncak Jakarta yang agak rawan itu adalah pada saat Pilkada (Pilgub) kemarin. Itu sudah dilalui," jelasnya.

Menurut Tito, Iriawan haru mempersiapkan diri menghadapi sejumlah event besar di luar Jakarta tahun depan, Begitu juga dengan berbagai isu lain yang membutuhkan perhatian khusus.


"Lalu ada masalah di Marawi, ada masalah Pilkada di Papua yang belum selesai, itu juga nanti saya minta turun. Semua harus disiapkan dari sekarang, tidak bisa telat. Beliau sudah hampir 10 bulan lebih, tidak lama-lama juga seperti saya Kapolda metro dulu, lebih kurang hanya 10-11 bulan," imbuh Tito.

Lebih lanjut, Kapolri mengungkap jika ia sengaja memiliki Irjen Idham Azis lantaran sudah mengetahui kinerjanya dan pengalamannya. Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan seperti Kapolres Jakarta Barat, Direktur Reserse Polda Metro Jaya, Kapolda Sulteng hingga menggelar Operasi Tinombala.

"Saya katakan kawakan. Dulu pernah di reserse umum, pernah jadi wakil saya juga waktu saya sebagai kasat reserse dia wakasatnya. Pernah menjadi satgas densus wakadensus, di Operasi Poso juga sama (bersama Tito). Jadi saya tahu persis karena yang bersangkutan adalah wakil Kasatgas saya Kasatgas waktu hampir dua tahun di Poso," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait