Begini reaksi Demokrat dan Gerindra menanggapi isu Prabowo dipecat oleh SBY dari militer.
- Tim WowKeren
- Senin, 31 Juli 2017 - 12:38 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, peneliti lembaga survei SMRC Sirojudin Abbas menuai kontroversi lantaran menyebutkan jika Susilo Bambang Yudhoyono pernah memecat Prabowo Subianto dari militer. Menurutnya hal itu yang membuat Demokrat tidak mungkin mendukung Prabowo untuk Pilpres 2019.
"SBY salah satu jenderal yang merekomendasikan Prabowo dipecat. Posisi pandangan itu, mana mungkin SBY merekomendasikan atau mendukung jenderal yang akan dipecatnya," ujar Abbas. "Sulit mencari informasi dan data hubungan mereka positif. Pak SBY berkali-kali menghindari pertemuan itu."
Pernyataan Abbas tersebut tak pelak langsung menuai reaksi dari Demokrat dan Gerindra. Pihak Demokrat sendiri menegaskan jika pemberhentian Prabowo tersebut adalah keputusan TNI Angkatan Darat dan bukan SBY sendiri.
Tidak hanya itu, Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan tak mungkin ada duet Prabowo-Hatta pada 2014 jika sejarah militer itu masih menjadi ganjalan bagi SBY, mengingat Hatta Rajasa adalah besan SBY. "Beliau tidak mau menyatakan sikap politik saat itu karena sebagai presiden tidak mau bersikap gaduh, Partai Demokrat posisinya diminta netral," terang Imelda.
Pihak Gerindra sendiri menegaskan jika Prabowo tidak pernah dipecat. Ketua Umum Gerindra ini diberhentikan dengan hormat.
"Statement tersebut menurut saya sangat tendensius. Lagi pula pertemuan kemarin nggak bicara pilpres," ujar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. "Kok dipecat? Prabowo nggak pernah dipecat. Dia diberhentikan dengan hormat dari dinas militer."
Sementara itu, bahasan mengenai Prabowo dan SBY mencuat setelah keduanya menggelar pertemuan beberapa waktu lalu di Cikeas. Meski banyak yang berspekulasi jika keduanya akan berkoalisi, nyatanya mereka tidak membicarakan Pilpres 2019 saat itu.
(wk/)