Berikut komentar positif para kritikus film mengenai ' First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia Remembers'.
- Tim WowKeren
- Senin, 04 September 2017 - 14:11 WIB
WowKeren - Meskipun sempat menuai kontroversi lantaran metode castingnya, film terbaru besutan Angelina Jolie, "First They Killed My Father" mendapatkan acungan jempol dari kritikus film di Festival Film Telluride.
Scott Feinberg dari The Hollywood Reporter misalnya yang menyebut sebagai penyutradaraan Angie terbaik. "Mungkin saja akan menjadi pesaing di kategori bahasa asing," tulisnya. Mark Johnson setuju dan menggambarkannya sebagai "brutal, melelahkan, dan sangat pribadi. Film ini, ditakdirkan dirinya untuk membuat @AwardsCircuit."
Anne Thompson dari Indie Wire menyebutkan sebagai drama perang Kamboja skala besar yang hebat dari POV (point of view) seorang gadis. Sementar Kristopher Tapley mengatakan bahwa filmnya "agak lama tapi filmnya ini merupakan karya Angie paling bagus dan cukup menakjubkan saat membentang."
"First They Killed My Father" is a bit too long but it is by far Jolie's best film, and quite stunning at stretches.
— Kristopher Tapley (@kristapley) 2 September 2017
Angelina Jolie's First They Killed My Father is powerful big scale Cambodian war drama from the POV of a girl. Not a dry eye in the house.
— Anne Thompson (@akstanwyck) 2 September 2017
First They Killed My Father is Jolie's best work. Brutal, grueling, and deeply personal. The film she was destined to make @AwardsCircuit
— Mark Johnson (@MarkLikesMovies) 2 September 2017
FIRST THEY KILLED MY FATHER is Angelina Jolie's best directorial effort yet. Might well be a contender beyond the foreign language category.
— Scott Feinberg (@ScottFeinberg) 2 September 2017
Film ini ditayangkan di Telluride Film Festival 2017 pada Sabtu (2/9) di Colorado. Setelah ditayangkan di Festival, film ini debut di bioskop dan mulai ditayangkan di Netflix pada 15 September.
"First They Killed My Father" diangkat dari sebuah memoar genosida Kamboja yang menceritakan aktivis hak asasi manusia di negara tersebut. Tokoh utamanya, Long Ung, dikisahkan mengalami penyiksaan oleh Partai Komunis Khmer Rouge sejak kecil.
(wk/)