Bantu Selesaikan Krisis Rohingya, Kedatangan Menlu RI Retno ke Myanmar Jadi Perhatian Dunia
Nasional

Berikut komentar media asing mengenai sepak terjang Indonesia menyelesaikan krisis Rohingya.

WowKeren - Pemerintah Myanmar menyambut baik upaya Indonesia untuk turut menyelesaikan konflik di Rakhine, Myanmar. Hal itu diungkap oleh Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi saat dihubungi salah satu stasiun televisi swasta pada Minggu (3/9) kemarin.

Menurut Ito, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang diberi kesempatan untuk bertemu para pemimpin militer dan pemerintahan di Myanmar. Ia mengatakan, Indonesia adalah negara yang dihormati dan dianggap sebagai panutan bagi Myanmar.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dilaporkan telah tiba di Myanmar pada Minggu (03/09) malam. Di sana, Menlu langsung bertemu dengan pimpinan negara tersebut, Aung San Suu Kyi guna membahas masalah Rohingya.

Kedatangan Retno ke Myanmar itu pun menjadi perhatian media asing. Berbagai media terkemuka seperti Reuters, Channel News Asia, hingga Al Jazeera memberitakan usaha Retno mendamaikan militer Myanmar dengan warga Rohingya.

Reuters menuliskan artikel berjudul "Utusan Indonesia mendesak Myanmar menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya". Sementara Channel News Asia, media Singapura memberikan judul "Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu Aung San Suu Kyi di Myanmar". Dan Al Jazeera memuat artikel berjudul "Menteri Luar Negeri Indonesia mendesak Myanmar menghentikan kekerasan Rohingya".


Dalam pertemuan itu, Retno menyampaikan 4 usulan untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang dialami warga Rohingya di Rakhine. Mengutip detikNews, Selasa (5/9), empat saran tersebut yaitu mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, memberikan perlindungan kepada semua orang di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama serta pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan keamanan.

Selain Suu Kyi, Retno juga melakukan pertemuan dengan tiga menteri yaitu menteri pada kantor Presiden, Penasihat Keamanan Nasional dan Menteri Muda Urusan Luar Negeri. Pertemuan tersebut membahas masalah teknis mekanisme bantuan kemanusiaan, yang akan dilakukan oleh pemerintah Myanmar.

"Misi ke Myanmar paling tidak telah mencapai dua hal," terang Retno. "Pertama, menyampaikan perhatian besar masyarakat Indonesia kepada situasi kemanusiaan di Rakhine State dan adanya komitmen otoritas Myanmar untuk segera mengatasi krisis kemanusiaan tersebut."

"Selain itu, Indonesia telah mendapat akses dengan diterima dalam mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan yang dipimpin pemerintah Myanmar dan akan melibatkan ICRC," imbuhnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait