Pegawai Cantik Tewas Ditembak Suami, Ini Kata Kepala BNN Budi Waseso
Nasional

Kepemilikan pistol suami mendiang staf BNN Indria Kameswari masih menjadi misteri. Berikut penuturan Buwas soal kematian salah satu stafnya.

WowKeren - Kasus pembunuhan pegawai Balai Litbang Badan Narkotika Nasional (BNN) Bogor, Indria Kameswari (38) oleh suaminya Abdul Malik Aziz (39), menyita perhatian publik. Indria ditemukan tewas di rumahnya, Perumahan River Valley, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, bogor, Jawa Barat, oleh tetangganya saat warga lain sedang melakukan salat Idul Adha pada Jumat (1/9).

Dari hasil penyelidikan, korban menemukan luka tembak di bagian belakang tubuh korban. Saat jasad ditemukan, warga tidak menemui keberadaan Malik. Satpam kompleks pun mengaku jika suami korban meninggalkan perumahan dengan tergesa-gesa.

Menurut Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, usai ditangkap, Malik masih bungkam soal penyebab cekcoknya dengan korban. Ia tidak mau terbuka termasuk soal dugaan adanya faktor cemburu sebagai motif pembunuhan pegawai BNN tersebut.

Selain publik, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas juga mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Menyerahkan kasus pembunuhan stafnya itu kepada pihak yang berwajib.


"Kasus ini kan tindak pidana murni sehingga menjadi ranah kepolisian. Pelaku sudah ditangkap dan masih pengembangan," ujar Buwas. "Kita lihat nanti apa sih yang melatarbelakanginya."

Soal senjata yang digunakan Malik masih menjadi misteri. Pasalnya, Malik bukanlah seorang pegawai kepolisian atau TNI. Menanggapi hal tersebut, dengan tegas Buwas menjelaskan bahwa pegawai yang bekerja di rehabilitasi BNN tidak dibekali senjata api. Secara prosedural, hanya bagian penindakan yang diberi wewenang memiliki senjata api.

"Kalau bagian rehabilitasi, tidak ada. Kecuali penindakan, senjatanya lengkap," kata Buwas. "Sedang didalami, tunggu saja hasilnya. Jangan buru-buru."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!