Inilah film Indonesia yang siap bersaing dengan karya-karya se-Asia lainnya di Festival Film Busan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 September 2017 - 18:50 WIB
WowKeren - Festival Film Busan ke-22 akan diadakan mulai 12 hingga 21 Oktober mendatang. Ternyata festival bergengsi ini membuka kategori baru bernama Kim Ji Seok Award. Kategori ini dibuat untuk menghormati sosok Kim Ji Seok, direktur program Festival Film Busan yang meninggal Mei lalu.
Kim Ji Seok sejak tahun 1996 memulai karir sebagai programmer untuk film Asia di festival ini. Di tahun 2007 dia menjadi kepala programmer dari festival film terbesar se-Asia tersebut.
Kategori ini bermaksud untuk mengenang semangat and antusiasnya Kim pada film Asia dan demi mencari direktur baru. Maka, 10 karya film Asia pun dinominasikan di kategori baru tersebut. Salah satunya ada film Indonesia berjudul "Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran" ("The Carousel Never Stops Turning") karya sutradara Ismail Basbeth. Ismail adalah sutradara yang juga menggarap film populer "Mencari Hilal" 2015 lalu.
"Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran" terdiri dari beberapa kisah. Ada seorang pria yang tidak bisa melupakan kenangan tentang almarhum istrinya, pasangan suami istri di sebuah kebun binatang, tiga perempuan muda yang menjelajahi tempat-tempat terpencil, dan seorang wanita tuna susila yang merenungi pelariannya.
Ada juga seorang perempuan yang mencari pembunuh ibunya, dua petani yang menentang penggusuran dari pemerintah, lalu sebuah mobil yang menjadi saksi segala peristiwa. Film berdurasi 84 menit ini dibintangi Karina Salim, Dea Ananda, Verdi Solaiman, dan masih banyak lagi.
9 Film lain yang masuk kategori ini adalah "Ash" karya Li Xiaveng (Tiongkok), "The Bold, The Corrupt and The Beautiful" Yang Ya Che (Taiwan), "Goodbye Kathmandu" Nabin Subba (Nepal), dan "In The Shadows" Dipesh Jain (India). Ada "Manila: The Farewell Flower" Anuch Boonyawatana (Thailand), "The Scythian Lamb" Yoshida Daihachi (Jepang), "Silent Mist" Zhang Miaoyan (Tiongkok), "Wilderness" karya Yoshiyuki Kishi (Jepang), dan "Smaller and Smaller Circles" Raya Martin (Filipina). Dua film terbaik nantinya akan menang dan mendapat hadiah uang sebesar 10 juta Won (sekitar Rp 116.925.600).
Sementara itu, BIFF juga akan merilis Platform Busan, menghubungan para pembuat film se-Asia yang sebelumnya dikelola oleh Kim Ji Seok. Nantinya ini akan mengelola, menggelar seminar, membuka forum dan pelatihan untuk para pembuat film agar bisa saling berbagi informasi.
(wk/)