Rilis 'Ruang Tunggu', Payung Teduh Blak-Blakan Soal Album Terakhir Bersama Is
Musik

Selasa (19/12), Payung Teduh merilis album baru sekaligus terakhir sebelum ditinggal sang vokalis.

WowKeren - Hari ini, Selasa (19/12), Payung Teduh merilis album baru bertajuk "Ruang Tunggu". Dan bukan cuma soal tema atau cerita di baliknya, Payung Teduh menganggap album ini lebih spesial karena menjadi karya terakhir mereka bersama Mohammad Istiqamah Djamad.

Is yang merupakan vokalis, beberapa waktu lalu memang sudah menyatakan dirinya akan keluar dari Payung Teduh. Tak heran jika ia menyebut album kali ini paling sakral dan menjadi awal yang baru bagi para pelantun "Akad" tersebut.

"Tetep ini album yang paling sakral buat saya. Sejak 5 tahun lalu melalui proses yang panjang, musik ganti, di-retake dan lain-lain," terang Is saat jumpa pers. "Menurut saya Payung Teduh justru baru memulai. Kemarin Payung Teduh berkarya membuat identitasnya. Kalo dibilang ini puncak kejayaan Payung Teduh, itu terlalu egois, jangan menilai terlalu dini karena kita nggak tahu Payung Teduh bisa jadi seperti apa di masa depan."


Selain itu, para personel juga bicara soal proses pembuatan album dan lagu-lagu baru mereka. Salah satunya, Payung Teduh mengungkap lagu yang dibuat tak sampai 10 menit seperti "Akad" dan "Angin Pujaan Hujan".

"Yang paling cepet diciptakan itu 'Perempuan Bermain Hujan' dan 'Mari Bercinta'. Saya bisa lebih cepat dari itu," imbuh Is. "'Angin Pujaan Hujan', 'Akad' di atas meha itu nggak sampai 10 menit. Cepet. Cuman kata-katanya ketika dievaluasi biar struktur katanya baik karena saya memperhatikan diksi."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!