Merasa keterlaluan, Jeremy Teti sampai memblokir satu persatu netizen.
- Tim WowKeren
- Kamis, 18 Januari 2018 - 16:33 WIB
WowKeren - Jeremy Teti kini sepertinya mempunyai banyak haters. Setelah video perihal dirinya menyetujui pernikahan sesama jenis menjadi viral, Jeremy rupanya semakin sering dihujat oleh netizen.
Jeremy mengungkapkan bahwa ia sudah menerima hujatan sebagai konsekuensinya. Namun benarkah ia mulai depresi lantaran banyaknya komentar pedas netizen?
Pria berusia 50 tahun ini mengatakan bahwa ia tak bisa toleransi dengan hujatan yang menggunakan nama hewan dan kata-kata kotor. Meski tak sampai depresi, Jeremy memilih untuk memblokir aku-akun yang mengganggunya.
"Kalau saya senyum-senyum saja, sudah biasa. Kalau hujatan-hujatan, itu konsekuensi dari profesi. Banyak yang saya blokir di Instagram," ungkap Jeremy saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/1). "Kalau sudah kebun binatang, lubang kubur dikeluarin, ya mohon maaf saja. Saya tidak bisa, siapa pun di dunia ini tidak bisa toleransi dengan hal-hal yang kayak gitu. Kalau anda tidak suka dengan public figure atau artis tertentu, anda silakan blokir, tidak usah komentar, selesai."
Jeremy juga mengungkapkan klarifikasi bahwa videonya adalah hasil settingan. Mantan pembawa berita tersebut mengatakan bahwa video dirinya mengatakan hal tersebut adalah editan.
"Empat huruf itu lagi hits lagi (LGBT). Berita tiga tahun lalu diposting, karena saya diundang ke TV itu dan saya tidak datang, akhirnya visual-visual itu ditayang ulang, terus diedit," sambung Jeremy. "Sekarang kan canggih 'netizen zaman now cerdas-cerdas'. Jadi dicantumin ayat-ayat, pemuka agama ini, digabung-gabungkan hal yang biasa."
Jeremy mengatakan bahwa dirinya tak menyalahkan editan videonya yang dikompilasi dengan dalil. Namun ia membantah jika dirinya menghina kelompok tertentu.
"Saya tidak mau menyinggung kelompok tertentu, saya berbicara statement pribadi," tutup Jeremy. "Bukan mewakili kelompok tertentu, agama tertentu."
(wk/)