Anies mengatakan bahwa ia tahu ada anggaran Rp 750 juta itu dari media.
- Tim WowKeren
- Jumat, 26 Januari 2018 - 19:26 WIB
WowKeren - Adanya anggaran senilai Rp 750 juta yang berencana digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk rumah dinas Gubernur menimbulkan polemik. Protes keras dilancarkan oleh DPRD DKI Jakarta terkait dana tidak masuk akal yang digunakan untuk merenovasi gedung dua lantai tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait dana ajaib ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku kaget. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan instruksi tersebut. Anies pun meminta agar dana tersebut dibatalkan.
Reaksi terkejut Anies ini nampaknya malah diragukan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin. Pihaknya mempertanyakan ketidaktahuan Anies terkait hal ini.
"RAPBD sudah disetujui bersama Pemprov dan DPRD. Artinya, dokumen itu sudah dicek," ujar Syarifuddin. "Harusnya tahu, kan beliau (Anies) yang teken."
Meskipun begitu, Syarifuddin menduga bahwa ketidaktahuan Anies soal pengadaan lift, bisa jadi lantaran mata anggaran yang terlalu banyak dalam RAPBD. Sehingga, mungkin saja akan sulit untuk menghafal tiap detailnya.
"Apapun itu, secara normatif harusnya DPRD dan Pemda sudah tahu," kata Syarifuddin. "Kalau sampai ada dana seperti itu mereka juga harusnya sudah setuju dong."
Dana yang terhitung sangat besar ini sebelumnya diketahui lewat laman APBD Jakarta. Di sana disebutkan bahwa memang ada anggaran untuk merenovasi rumah dinas Gubernur sebesar Rp 2,4 miliar. Sedangkan anggaran sebesar Rp 750 juta tersebut muncul tiba-tiba di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
(wk/)