Pemanggilan Ketua BEM UI oleh pihak kampus ini masih simpang siur.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 Februari 2018 - 16:50 WIB
WowKeren - Pada Jumat (2/2) kemarin, pemerintahan Presiden Indonesia, Joko Widodo, baru saja disentil oleh seorang mahasiswa. Usai memberikan pidato di acara Dies Natalies Universitas Negeri Indonesia, Ketua BEM UI mengacungkan "kartu kuning" sambil meniup peluit ke arah Jokowi.
Sempat diwawancarai terkait tindakan beraninya tersebut, Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, mengaku belum mendapatkan panggilan dari kampusnya. Zaadit juga mengatakan bahwa ia dan pihak BEM akan kooperatif bila nantinya dipanggil oleh pihak UI.
"Sampai sekarang belum, nggak ada kontak. Belum ada sama sekali (surat panggilan dari kampus)," kata Zaadit dilansir Suara.com pada (5/2). "Kami bagaimana pun pihak rektorat dan BEM kan banyak melakukan kerjasama, kolaborasi untuk ke depannya ya. Menjaga hubungan baik sih sebenarnya. Ya, kita akan hadir (bila dipanggil pihak kampus)."
Sementara itu, Staf Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia, Wanda, mengatakan belum ada rencana pihak kampus melakukan pemanggilan terhadap Zaadit. Wanda menyatakan bahwa kabar tersebut hanyalah isu belaka.
"Saya sudah konfirmasi, itu nggak ada rencana seperti itu dan belum dilakukan (pemanggilan terhadap Zaadit)," ujar Wanda. "Itu hanya isu. Nggak ada sama sekali, belum ada rencana."
Menanggapi kritik BEM UI ini, Jokowi mengaku tidak tersinggung. Ia merasa bersyukur ada yang mengingatkannya. Jokowi juga berharap bisa mengajak para pengurus BEM UI untuk datang langsung memantau medan menuju suku Asmat.
(wk/)