Simak juga pendapat Slamet Rahardjo tentang proses syuting film dulu dan sekarang.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 Maret 2018 - 19:17 WIB
WowKeren - Aktor senior Slamet Rahardjo punya cara tersendiri untuk menjaga eksistensi di dunia perfilman Indonesia di tengah gempuran aktor-aktris muda. Ditemui di bilangan Kemang, Jakarta, Slamet Raharjo membeberkan cara menjaga eksistensinya.
"Jangan buat diri kamu jadi basi, makan makanan yang segar buat diri kamu segar, dan jangan sekali-kali kamu berhenti mempelajari hidup," tuturnya. "Jadi menurut saya mempertahankannya gampang, yaitu memberi perhatian, memberi dorongan, memberi semua kepada semua orang, maka kamu akan mengetahui nilai manusia. Jika kamu mengetahui nilai manusia, semua orang membutuhkan kamu, termasuk film. Saya tidak pernah minta-minta main, saya selalu di telfon 'om main ya om'." ungkap Slamet Rahardjo.
Pria kelahiran 1949 ini pun mengungkapkan perbedaan film dulu dan sekarang. Baginya teknologi sangat membantu perfilman Indonesia. "Lebih maju dalam teknologi, ahli teknologi buat kemajuan ini bukan untuk kita menggampangkan ya. Teknologi maju hanya untuk membuat praktis tapi bukan untuk menggampangkan suatu hal 'ah salah dialog dikit kan bisa diulang' nah kurang ajar yang kaya gitu," tuturnya.
"Dulu pakai seluloid, seluloid itu mahal sekali, one take itu gak akan terjadi kalau tidak ada latihan panjang, sekarang kemajuan teknologi ya bisa di-rewind lah," kenangnya. "Makanya kami punya waktu satu bulan untuk latihan, karna kalau sudah di take separuh jalan lupa dialog bangkrut," cerita pemenang pemeran utama pria terbaik di ajang Festival Film Indonesia tahun 1989 tersebut.
Sementara itu, aktor Senior Slamet Rahardjo kini di sibukan dengan film terbaru nya berjudul "The Perfect Husband". Film ini rencanya tayang 12 April mendatang. "The Perfect Husband" juga dibintangi Dimas Anggara, Amanda Rawles, Maxime Bouttier, Bunga Zainal hingga Tanta Ginting.
(wk/)