Simak berbagai penddapat dan kritikan netter terkait adegan romantis yang justru dinilai menyeramkan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Maret 2018 - 12:08 WIB
WowKeren - Kampanye #Me Too yang dimulai dari Hollywood sudah sampai dunia entertainment Korea Selatan seperti di bidang musik, serial TV hingga kehidupan selebriti. Kampanye ini mendapatkan dukungan dari sederet selebriti yang ikut menentang tindakan pelecehan maupun kekerasan seksual.
Dalam produksi serial TV Korea, banyak adegan-adegan romantis yang dinilai cukup dipaksakan bahkan mengandung tindakan kekerasan. Karakter pria seringkali memaksa menyentuh bahkan merangkul meski sudah ditolak oleh karakter wanita. Adegan ini justru sering ditampilkan sebagai bentuk ekspresi cinta.
Sebuah artikel menuliskan bahwa adegan-adegan romantis seperti ini sangat bertentangan dengan gerakan kampanye yang digaungkan oleh #MeToo. Ada juga adegan yang justru semakin memperkuat stereotype bahwa wanita yang sudah diceraikan akan mudah diajak tidur bersama. Bukan hanya untuk wanita, kritikan juga ditujukan pada adegan di serial TV yang terlalu mengekspose tubuh karakter pria saat mandi.
Netter pun ikut protes dan ingin adegan-adegan seperti itu tidak ditampilkan lagi. Netter khawatir tontonan seperti ini akan memberikan contoh buruk. "Drama adalah bentuk pendidikan secara tidak langsung. Kita seharusnya sudah dari dulu memperbaiki isu seperti ini. Drama Korea sangat ketinggalan pada isu ini karena menyebarkan informasi yang salah," kritik netter.
"Masalah dari adegan seperti ini yaitu karakter utama pria yang digambarkan sebagai pria baik meski sikapnya begitu. Tidak ada hal seperti ini di kenyataan, bayangkan jika pria menarik paksa dirimu, itu sangat menyeramkan," kritik netter. "Mereka harus memperbaiki ini. Ini akan menyebarkan gambaran yang salah tidak hanya pada anak-anak tapi juga remaja," tulis netter.
"Ironisnya semua penulis naskah yang membuat adegan ini dan penonton adegan ini adalah perempuan," cibir netter. Netter juga membandingkan hal seperti ini terasa mengerikan jika terjadi di kenyataan. "Sulit membuat adegan itu sebagai tindakan yang salah karena karakter-karakter itu akhirnya hidup bahagia seterusnya, Jika kita melihat hal yang sama di channel berita, ceritanya akan berbeda dan kita anggap itu sebagai tindakan kriminal. Tayangan drama harus mulai menambahkan keterangan 'ini hanya adegan yang didramatisir, tindakan ini akan dianggap kriminal di kenyataan'," cibir netter lain. Bagaimana menurut kalian?
(wk/)