Ini yang dituntut Yuk Ji Dam hingga meminta CJ E&M dan YMC untuk minta maaf kepadanya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Maret 2018 - 16:24 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Yuk Ji Dam sempat membuat para penggemar Wanna One heboh dengan mengungkap kalau dirinya pernah menjalin hubungan asmara dengan Kang Daniel di masa lalu. Pernyataan Yuk Ji Dam ini dibenarkan oleh rapper Kasper.
Hari ini, Rabu (21/3), Yuk Ji Dam kembali mengungkit hal tersebut lewat sebuah postingan di blog pribadinya. Dalam postingan tersebut, ia meminta CJ E&M (grup yang membawahi Mnet) serta YMC Entertainment, agensi Wanna One, meminta maaf padanya.
"Pertama-tama, aku minta maaf karena merusak suasana negara ini sebagai selebriti," tulis Yuk Ji Dam. "Orang-orang dari luar negeri, Korea dan Asia yang berusaha membawaku ke bandara saat aku berada di Los Angeles Februari lalu. Aku ingin mobil-mobil itu diinvestigasi karena sudah mengikutiku saat aku berjalan sendirian. Aku ingin memeriksa CCTV. 14 Februari saat Gaon Chart Awards, itulah harinya. Pada akhirnya, saudariku datang ke Amerika untuk menjemputku.
"Aku tidak tahu apa yang dilakukan YMC dan CJ, tapi bahkan sebelum aku memposting di Instagram, Jessi (Jessica H.o.), Ailee, Jenny House, bos YMC dan mantan mantan kepala departemen CJ Mr. Hong mengabaikanku saat aku menghubungi mereka," lanjutnya. "Hal-hal mengerikan terjadi padaku dan aku hanya berusaha hidup, tapi YMC dan CJ tidak mau menghubungiku sekali pun."
Yuk Ji Dam menulis kalau dia ingin menyelesaikan permasalahan dengan Kang Daniel dengan orang-orang yang langsung terlibat, namun menurutnya pihak mereka justru ingin menyembunyikan Wanna One. Ia juga mengeluhkan komentar-komentar hujatan yang diterimanya.
"Aku kembali dari Amerika pada 16 Februari dan aku ketakutan sampai sembunyi di rumah sakit," sambung Yuk Ji Dam. "Tirani perusahaan besar telah merugikan keluargaku. Aku meminta permintaan maaf dan penjelasan yang tulus dan benar dari CJ, YMC dan artis-artis mereka.
"Kalau kalian tidak segera meminta maaf, aku akan menggelar jumpa pers dalam beberapa hari. Aku juga akan mengambil langkah hukum terkait komentar hujatan dan rumor tak berdasar yang diposting dalam sebulan terakhir," tutup Yuk Ji Dam, yang juga menyertakan alamat emailnya.
(wk/)