Sempat Bungkam, Yenny Eks-Wonder Girls Akhirnya Buka Suara Soal Kasus Sang Ayah
Selebriti

Setelah berbagai media menyudutkannya atas dugaan penipuan, Yenny akhirnya berani mengungkapkan cerita versi dirinya.

WowKeren - Setelah menjadi bulan-bulanan, Yenny akhirnya mengungkapkan cerita sebenarnya dibalik skandal yang melibatkan ayahnya. Pada Selasa (11/9), Yenny menjelaskan hubungannya kini dengan sang ayah. Ia juga mengungkap bagaimana skandal tersebut dikaitkan dengannya.

Yenny menjelaskan bahwa setelah Wonder Girls bubar, dirinya pindah ke agensi baru, Amoeba Culture, untuk memulai solo karier. Meski penghasilannya tidak banyak, namun Yenny dan keluarganya tercukupi. Sehingga tidak alasan untuk dirinya ikut ambil bagian dalam kasus penipuan yang dilakukan ayahnya.


Seperti yang selama ini diberitakan, Yenny memang tidak rukun dengan ayahnya. Penyebabnya adalah sang ayah selingkuh pada saat umurnya baru 12 tahun.

"Sejauh yang saya ingat, penyebab perceraian orangtua saya adalah perselingkuhan yang dilakukan ayah saya," ungkap Yenny. "Hubungan kami sangatlah tidak nyaman, sampai berada di satu titik saya bahkan tidak bisa memanggil dia 'ayah' lagi."

Setelah perceraian dan ayahnya menikah lagi, mereka sudah tidak berkomunikasi. Baru di tahun 2012, karena pernikahan kakaknya, Yenny dan ayahnya bertemu kembali.

"Ketika kakakku menikah tahun 2012, keluarga kami akhirnya menjalin komunikasi lagi dengan ayah. Setelah itu dia terus menghubungi saya dan meminta maaf," ujar Yenny. "Saya memaafkannya untuk sementara waktu, lalu kami saling marah satu sama lain."

"Lalu kami memutuskan hubungan kembali. Siklus itu terus berulang," lanjut Yenny. "Saya benar-benar tidak tahu jika di waktu berbaikan dengan ayahku ternyata malah membawa permasalahan yang besar."

Yenny juga meluruskan jika dirinya tidak pernah ikut proyek bisnis ayahnya tersebut. Ayahnya terus menerus memintanya memperkenalkannya kepada seorang produser untuk mempersiapkan bisnis hiburan. Karena itu, Yenny terpaksa memperkenalkan seorang produser dan tiga kliennya di sebuah kafe.

Hal tersebut terjadi kala Yenny dan ayahnya sedang berbaikan. Yenny mengaku dirinya merasa dijebak.

"Saya tidak pernah ikut bisnis ayah saya dan saya bisa menjamin hal itu. Saya hanya memperkenalkannya dengan seorang produser, dan pertemuan itu tidak membahas bisnis," kata Yenny. "Jika saya tahu pertemuan itu terkait dengan penipuan, saya tidak akan mempertemukan mereka dan akan segara putus hubungan dengan ayah saya."

Sambil menangis Yenny mengungkapkan jika dirinya merasa malu dengan korban kasus penipuan dan kekerasan seksual ayahnya. Dirinya juga merasa sakit hati karena korban mengalami kerugian dan trauma yang berat.

"Hati saya sangat sakit. Tapi mereka telah mengalami lebih banyak rasa sakit daripada saya," sesalnya. "Jika nama saya digunakan untuk penipuan tanpa sepengetahuan saya, saya bahkan lebih malu lagi.”

Yenny sekeluarga menegaskan jika mereka akan memutus hubungan dan komunikasi dengan ayahnya. Meski tidak terlibat, Yenny mengaku akan bersikap korporatif dengan pihak kepolisian.

"Saya tidak pernah bisa memaafkan ayah saya karena telah melakukan penipuan dan pelecehan seksual. Kami sekeluarga berjanji tidak akan menghubungi ayah saya lagi," ungkapnya. "Meski saya sakit hati karena dituduh (oleh ayahnya) terlibat dalam kasus ini, dengan tulus saya akan membantu kasus penyelidikkan sampai tuntas."

Sebelumnya Yenny dan ayahnya dituntut atas tuduhan penipuan. Namun Yenny tidak terlibat dan berkerja sama dengan polisi untuk membuktikan bahwa dirinya tak bersalah.

Korban penipuan ini adalah anggota gereja ayah Yenny dengan berkedok bisnis di dunia hiburan. Ayahnya menjalani hukuman enam tahun pejara untuk kasus penipuan dan pelecehan seksual.

You can share this post!

Related Posts