KOCCA sepakat untuk memperbarui hukum agar meminimalisir kesalahan kontrak.
- Kresna T Kusumadewi
- Kamis, 13 September 2018 - 10:30 WIB
WowKeren - Banyaknya masalah yang menyeret agensi hiburan dengan para trainee dan artisnya membuat KOCCA (Korea Creative Content Agency) atau Badan Konten Kreatif Korea mengambil langkah bijak. Mereka mulai membicarakan masalah hukum agar tidak ada lagi kasus pelanggaran kontrak.
Pada Rabu (12/9) kemarin, anggota Majelis Kim Soo Min dari Partai Bareunmirae dan Komite Kebudayaan dan Pariwisata Majelis Nasional berbicara tentang konsultasi hukum. Hal itu diperuntukkan bagi peserta pelatihan dan selebriti di agensi hiburan.
Total 163 konsultasi yang masuk dan di dalamnya berisi muatan mengenai pelanggaran kontrak. "Sebagian besar dari mereka adalah tentang keluhan dan tuduhan yang berkaitan dengan permintaan uang yang tidak masuk akal," ujar Kim Soo Min.
Selain itu sebuah penyelidikan diterima tentang agensi yang mempekerjakan selebriti muda hingga pagi. Hal tersebut menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi dan banyaknya tuntutan akibat kontrak kerja yang kurang jelas.
Mereka juga memastikan batas usia minimal rakyat Korea yang ingin bekerja sebagai artis. Contohnya kasus remaja 16 tahun yang dipertanyakan karena bekerja pada tengah malam.
Tidak cukup sampai disitu, muncul lagi keraguan mengenai kontrak kerja yang harus ditandatangani oleh remaja 15 tahun dan wajib diketahui orang tuanya. Pasalnya, remaja tersebut harus menjalani kewajiban hingga malam hari.
"Baru-baru ini ada kasus agensi hiburan yang meminta uang kepada seorang remaja yang memiliki impian menjadi seorang selebriti," ujar Kim Soo Min. "Hal ini perlu diwaspadai dan melihat agensi tersebut benar-benar telah terdaftar dalam KOCCA atau tidak. Hal ini sudah merupakan pelanggaran."
Kim Min Soo ingin memastikan tidak ada lagi kejadian serupa di masa yang akan datang. "Jika agensi yang meminjta uang itu telah terdaftar di KOCCA atau bisnis swasta maka perlu untuk dilakukan penyelidikan," lanjutnya.
Berdasarkan undang-undang terbaru di Korea, agensi hiburan harus terdaftar secara resmi di KOCCA. Untuk penerimaan uang masuk para trainee maka agensi harus mendaftarkan diri sebagai akademi swasta.
"Uang yang diminta pada calon artis harus memiliki tujuan jelas dan dapat dipertanggung jawabkan," jelas Kim Min Soo. "Uang tersebut memang digunakan untuk pelatihan dan tujuan pendidikan calon artis."
(wk/Kres)