10 Negara Dunia Siap Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa Tsunami Palu
Twitter/Sutopo_PN
Nasional

Sebelumnya, sudah ada pernyatan soal sumbangan senilai Rp 25 miliar yang akan diberikan Uni Eropa untuk Indonesia.

WowKeren - Gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu menyedot perhatian publik. Hingga Minggu (30/9) kemarin, korban meninggal dunia tercatat berjumlah 832 orang. Evakuasi masih terus dilakukan oleh para petugas yang ada di lokasi kejadian.

Sementara itu, beberapa bantuan dari luar negeri mulai mengular untuk diberikan pada Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, bantuan sejumlah Rp 25 miliar ditawarkan oleh Uni Eropa untuk Indonesia.

Di sisi lain, ada hampir dari 10 negara yang sudah menawarkan bantuannya untuk gempa dan tsunami di Palu. Bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan korban.

Kesepuluh negara tersebut adalah Australia, Amerika Serikat, Maroko, Korea Selatan, Uni Eropa, Tiongkok, Singapura, Turki, Filipina dan juga Swiss. Pada Senin (1/10) kemarin, wakil Kementerian Luar Negeri melakukan petermuan dengan para duta besar dari negara-negara yang menawarkan bantuan.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sudah meyiapkan informasi untuk negara-negara yang sudah akan memberikan bantuan. "Jadi sudah ada pernyataan resmi pemerintah (negara menerima bantuan internasional), BNPB bersama kementerian dan lembaga menyiapkan formulir, kementerian luar negeri memberikan informasi tetapi khusus kepada negara-negara yang sudah akan memberi bantuan," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dilansir Kompas pada Selasa (1/10).

Untuk saat ini, bantuan dari negara-negara lain tersebut sedang disalurkan menuju Palu lewar bantuan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre). "Saat ini AHA Centre sudah menyalurkan bantuan menuju Palu," pungkas Sutopo.

Bantuan yang akan diterima Pemerintah Indonesia dari luar negeri juga terdiri atas tenda hingga fogging. Berdasarkan keterangan Menko Polhukam, Wiranto, para korban gempa tsunami di Palu sangat membutuhkan tenda dan juga bantuan menghidupkan listrik untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, bantuan di bidang medis juga sangat dibutuhkan.

"Tenda butuh banyak. Air bersih sulit didapat, sumber air bersih tidak banyak. Sumur pompa butuh listrik. Listrik dipastikan sangat rendah sekarang. Sehingga akan diminta bantuan genset dari negara donor ini," ucap Wiranto dilansir Detik pada Selasa (2/10). "Rumah sakit lapangan, kemudian juga tenaga medis kita akan menerima itu, kemudian juga fogging. Ada satu jenis untuk menetralisir kemungkinan jenazah yang terlambat dikubur yang bisa menimbulkan penyakit.".

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!