Pemakaman tersebut dilakukan secara bertahap mengingat sarana transportasi yang masih terbatas.
- Nur Islamiyah
- Selasa, 02 Oktober 2018 - 11:07 WIB
WowKeren - Korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Donggala-Palu akhirnya dimakamkan. Sebanyak 18 jenazah dimakamkan secara massal di Kelurahan Poboyo, Kota Palu pada Senin (1/10) kemarin.
Jenazah dikuburkan dalam satu lubang besar yang telah digali sebelumnya oleh pihak TNI. "Jadi rencananya akan kita jadikan satu lubang massal," ujar Hadi pada Minggu (30/9) dilansir dari Liputan6. "Segera dimakamkan yang meninggal tersebut. Kita membuat ukuran 10x100 meter. Mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah selesai."
18 jenazah yang berasal dari RS Bhayangkara Palu tersebut dibawa menggunakan 2 truk dan 1 mobil pick up. Pemakaman tersebut dilakukan secara bertahap mengingat sarana transportasi yang masih terbatas. Jenazah yang dikuburkan juga hanya menggunakan kantung mayat.
Setelah semua jenazah di susun di sudut lubang, sebuah ekskavator dikerahkan untuk proses pemakaman massal ini. Jenazah korban yang dimakamkan adalah yang telah diidentifikasi namun tidak dijemput oleh keluarganya.
Sementara itu, hingga saat ini Tim SAR dan pihak terkait terus melakukan evakuasi korban gempa dan tsunami Donggala-Palu. Namun, akses alat berat yang belum memadai membuat mereka mengalami kesulitan.
Di sisi lain, salah satu korban yakni Anthonius Gunawan Agung yang meninggal dunia usai memutuskan tetap memandu pesawat di menara saat terjadi gempa mendapatkan gelar pahlawan. Gelar tersebut untuk menghargai aksi heroik yang dilakukannya.
(wk/nris)