Mengaku Pencipta Hoaks Terbaik, Ini Sederet Kebohongan Ratna Sarumpaet
WowKeren/Fernando
Nasional

Tak hanya berbohong soal penganiayaan dirinya, Ratna ternyata juga pernah 'menyerang' beberapa pihak dengan pernyataannya.

WowKeren - Publik Indonesia sedang digemparkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Ya, awalnya ia mengatakan telah dianiaya oleh 2 hingga 3 orang laki-laki di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung pada Jumat (21/9). Berhasil membuat geger satu Indonesia, Ratna akhirnya mengakui bahwa semua pernyataannya adalah bohong belaka.

Pada sela-sela permintaan maafnya, Ratna mengaku bahwa dirinya kali ini adalah penyebar hoaks. Ratna juga meminta maaf kepada beberapa pihak yang sudah mendukung dan mendengarkan kebohongannya. Ratna terutama meminta maaf kepada Prabowo Subianto dan juga Amien Rais.

"Saya juga minta maaf pada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya," ujar Ratna di kediamannya pada Rabu (3/10) kemarin. "Kali ini, saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan sebuah negeri.".

Kasus kebohongan yang dibuat Ratna ini ternyata bukan yang pertama kalinya. Ibunda Atiqah Hasiholan ini diketahui pernah membuat serentetan kabar hoaks yang lain. Seperti dilansir dari TribunNews pada Kamis (4/10), Ratna pernah membuat kabar hoaks yang cukup menggemparkan Indonesia sebelumnya.


Pertama, Ratna pernah membuat kabar hoaks soal PT. Dirgantara Indonesia. Ratna mengatakan bahwa PT. Dirgantara sudah dijual pada RRC. "Telah ditanda-tangani pelunasan pembayaran dari RRC kpd Pemerintah RI awal April 2017 oleh Pres @jokowi (disetujui dtdtngni Ket KPK, Ket DPR Ket Dewan Pertimbangan Presiden). Maka Kepemilikan PT Dirgantara Indonesia, kini berpindah k tangan pemerintah RRC," tulis Ratna di Twitter pada saat itu.

Akan tetapi, cuitan tersebut langsung dibantah tegas oleh PT. Dirgantara. Ratnapun kemudian menyatakan permintaan maafnya. "Pemberitaan mengenai PT Dirgantara Indonesia (Persero) dijual ke pihak asing, kami nyatakan HOAX. Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017 lalu," tulis akun Twitter PT Dirgantara Indonesia.

Kedua, Ratna juga menciptakan dan menebar hoaks soal uang pecahan Rp 200 ribu dan menyinggung soal melemahnya Rupiah terhadap Dollar. Lagi-lagi, kabar tersebut telah dibantah oleh akun resmi Bank Indonesia. "#SobatRupiah untuk informasi tersebut tidaklah benar, Bank Indonesia tidak menerbitkan uang pecahan Rp 200.000,-. Untuk setiap uang pecahan baru yang diterbitkan, Bank Indonesia akan mengeluarkan penyataan resmi melalui media massa dan website https://bi.go.id," tulis Bank Indonesia melalui akun Twitter resmi miliknya.

Saat ini, kubu Prabowo dan Sandiaga banyak mendapatkan tuntutan agar mundur dari pencalonan Presiden 2019 mendatang. Penyuaraan terhadap dugaan penganiayaan Ratna rupanya menjadi alasannya.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait