Catur merupakan hobi Miftahul sejak dulu. Ia telah diajarkan oleh orangtuanya dari usia empat tahun.
- Nur Islamiyah
- Selasa, 09 Oktober 2018 - 19:23 WIB
WowKeren - Miftahul Jannah, atlet judo Indonesia di Asian Para Games 2018 kini tengah menjadi perhatian publik. Atlet asal Aceh ini didiskualifikasi dari pertandingan karena tak mau melepas jilbab saat memasuki matras. Ia memilih mempertahankan prinsipnya.
Rupanya semangat Miftahul tak pernah padam. Terhalang aturan menggunakan jilbab di cabang Judo, ia kini akan menekuni catur. Hal tersebut disampaikannya saat jumpa pers bersama Mentri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Gelora Bung Karno pada Selasa (9/10).
Catur merupakan hobi Miftahul sejak dulu. Ia telah diajarkan oleh orangtuanya dari usia empat tahun. Bahkan Miftahul telah meraih berbagai prestasi dalam cabang olahraga tersebut.
"Hobi yang sangat Miftah cintai itu catur," ujarnya, dilansir dari CNN Indonesia. "Catur itu bagai sahabat buat Miftah, jadi Miftah ingin mengabdi lagi kepada catur."
Selain itu, Miftahul juga mengaku tidak ingin kembali ke cabang judo meskipun aturan memakai hijan atau penutup kepala dihilangkan. Ia juga mengaku sengaja tetap hadir dalam pertandingan karena mengira peraturan dapat berubah.
"Enggak. Miftah berkomitmen berusaha menjadi atlet catur meskipun banyak rintangan tapi Miftah akan lewati," lanjutnya. "Miftah kira aturan itu masih bisa diubah. Enggak kecewa [karena tidak jadi tampil], karena itu prinsip Miftah. Rasa kecewa itu tertutupi keyakinan Miftah, karena buat Miftah keyakinan itu di atas segala-galanya."
Sementara itu, Ahmad Bahar penanggung jawab judo Asian Para Games 2018 mengatakan bahwa alasan tidak boleh menggunakan hijab bukan terkait agama. Ada faktor keselamatan yang telah dipertimbangkan. Aturan tersebut juga telah ada sejak 2012.
(wk/nris)