Sony Setiawan mengaku bersyukur sekaligus sedih karena teman-temannya menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610
- Raysa Septi Anggraini
- Senin, 29 Oktober 2018 - 23:57 WIB
WowKeren - Sejumlah pegawai Kemenkeu dikabarkan ikut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10) pagi. Namun ada salah satu orang yang justru selamat dari kecelakaan naas tersebut.
Sony Setiawan, Pegawai Kanwil Kemenkeu Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bangka Belitung, menjadi satu-satunya sosok yang selamat padahal ia seharusnya juga ikut dalam penerbangan tersebut. Rupanya, Sony terlambat datang ke bandara sehingga ketinggalan pesawat. Insiden tertinggal pesawat ini justru membuatnya selamat karena tak ikut menjadi korban.
Sony menceritakan ia memang secara rutin menaiki pesawat Lion Air setiap hari Senin. Namun pagi ini ia terjebak macet parah di daerah Cikampek sehingga baru tiba di bandara sekitar pukul 06:20 WIB sehingga tertinggal pesawat.
"Saya kan rumahnya di Bandung tiap minggunya pulang, setiap Senin pagi naik Lion yang 06:10 WIB," ujar Sony pada Senin (29/10). "Biasa dari Bandung 11 malam biasanya terminal 1 B Jakarta sekitar jam 3 pagi, tadi pagi macet parah di Cikampek saya baru sampai Bandara 06:20 WIB pesawat sudah terbang."
Sembari berkaca-kaca, Sony menceritakan bahwa ia sempat merasa lemas dan menangis ketika mengetahui pesawat yang seharusnya ia tumpangi mengalami kecelakaan. Apalagi teman-temannya juga ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
"Saya lemes dan nangis meneteskan air mata, karena temen temen saya ada di situ, enam orang," ungkap Sony. "Inilah jalannya takdir Allah buat saya untuk memperbaiki diri. Karena tahu telat saya beli tiket Sriwijaya yang 09:40 WIB karena tadi parah sekali macetnya."
"Sebenarnya, saya ikut bersama 6 teman saya yang menjadi penumpang pesawat Lion Air tersebut," tuturnya. "Awalnya saya nggak tau. Belum lama saya menunggu di ruang tunggu Bandara Soetta, ada temen nelpon nanyak kabar saya dan menginformasikan jatuhnya pesawat Lion tersebut. Saya kaget dan nangis karena sebelumnya kami sempat saling kabar juga ke temen-temen yang jadi penumpang pesawat Lion Air yang mengalami musibah."
Sony pun merasa bersyukur karena ia selamat dari kecelakaan itu. Namun di sisi lain Sony juga merasa sedih karena memikirkan nasib teman-temannya. Ia juga menceritakan keluarganya sempat menangis ketika mendengar kabar kecelakaan tersebut.
"Saya bersykur sekaligus sedih, karena selain saya selamat tapi teman-teman saya menjadi korban," ujar Sony. "Keluarga langsung telpon dan nangis, mendengar kejadian pesawat jatuh."
Sony juga mengaku tak memiliki firasat apapun sebelum kejadian itu. Namun ia mengaku sempat merasa sedikit malas saat akan berangkat tidak seperti biasanya.
"Enggak ada firasat, dari kemarin sore enggak enak. Saya check online karena takut terlambat, tapi saya kok males benar pergi," pungkasnya. "Biasanya enggak pernah dicetak boarding pas."
(wk/rays)