Organisasi HAM Yahudi Kecam BTS Karena Dinilai Merendahkan Sejarah, Fans Berang
Selebriti

Simon Wiesenthal Center, sebuah organisasi Hak Asasi Manusia Yahudi yang terkemuka menerbitkan sebuah artikel terkait dengan kontrovesi kaus yang dikenakan Jimin BTS.

WowKeren - Pada Minggu (11/11) lalu, Simon Wiesenthal Center, sebuah organisasi Hak Asasi Manusia Yahudi yang terkemuka menerbitkan sebuah artikel terkait dengan kontrovesi kaus yang dikenakan Jimin BTS. Mereka mengatakan bahwa personel Bangtan Boys merendahkan sejarah yang ada.

"Mengenakan T-shirt di Jepang mengejek korban bom A Nagasaki, hanyalah insiden terbaru dari band ini yang menghina masa lalu," kata Rabbi Abraham Cooper, Wakil Dekan dan Direktur Aksi Sosial Global Simon Wiesenthal Center. Mereka juga memberikan beberapa bukti yang diduga terkait pelecehan pada sejarah yang dilakukan personel BTS.


Simon Wiesenthal Center menuturkan bahwa salah satu member BTS berpose untuk pemotretan dengan mengenakan logo Nazi SS Death Head. SS adalah komponen kunci pembunuhan massal Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi selama Holocaust Perang Dunia II.

Organisasi HAM Yahudi Kecam BTS Karena Dinilai Merendahkan Sejarah, Fans Berang

Source: Allkpo

"Bendera yang muncul di panggung konser mereka sangat mirip dengfan Nazi Swastika," lanjut Cooper. "Tak perlu dikatakan bahwa grup yang diundang untuk memberikan pidato di PBB ini berutang permintaan maaf pada rakyat Jepang dan para korban Nazisme."

"Tapi itu tidak cukup. Itu terlihat jelas bahwa grup ini merancang dan mempromosikan karier grup tersebut terlalu nyaman dengan merendahkan kenangan masa lalu," tambah Cooper. "Hasilnya adalah bahwa generasi muda di Korea dan seluruh dunia lebih mungkin untuk mengidentifikasi kenafatikan dan intoleransi sebagai hal yang 'keren' dan membantu menghapus pelajaran sejarah. Manajemen grup ini, tidak hanya para pemain depan, harus terbuka meminta maaf."

Artikel tersebut rupanya membuat penggemar BTS marah. Mereka menilai artikel itu dibuat tanpa riset dan mengada-ada.

"Ini bukan simbol Nazi tetapi tanda yang mengkritik sekolah Korea. Tanda itu juga dibuat oleh seorang penyanyi bernama Seo Tae-ji, bukan BTS. Kaos yang digunakan BTS hanya menunjukkan fakta sejarah yang benar-benar ada. Bom atom adalah ingatan yang meninggalkan bekas luka di Korea," tulis seorang netter."

"Anda perlu menegaskan kembali pernyataan ini karena secara berbahaya mengonfigurasi dan meminimalkan beberapa masalah geopolitik dan ideologis, dan tidak memberikan latar belakang atau konteks apa pun atas klaim Anda yang tidak pantas. Ini adalah pernyataan yang memberatkan dan berbahaya yang telah Anda buat," tulis Tamar Herman, seorang kolumnis K-pop untuk Billboard.

Sementara itu, kontroversi ini dimulai sejak Jimin menggunakan kaus dengan pesan partiotisme bergambar bom atom. Kemunculan Rap Monster di program "Music Station" Jepang bahkan mendadak ditunda oleh stasiun televisi penayangan, TV Asashi karena hal tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...