Kontroversi BTS Jadi Sorotan, Kim Jang Hoon Ikut Buka Suara
Selebriti

Kim Jang Hoon memberikan tanggapan panjang soal kontroversi Bangtan Boys yang baru-baru ini mencuri perhatian publik.

WowKeren - Penampilan Bangtan Boys (BTS) dalam sebuah acara musik Jepang sempat membuat geger publik. Pasalnya, Jimin BTS mengenakan kaus bergambar bom atom yang meledak di Jepang.

Tak sampai di situ, grup musik ini juga terseret dalam kontroversi lain. Sebuah kelompok hak asasi manusia mempermasalahkan pemotretan Rap Monster dengan topi bergambar simbol partai Nazi.


Masalah BTS ini rupanya juga mencuri perhatian Kim Jang Hoon. Awalnya, ia enggan berkomentar, tapi kini ia tidak bisa menahannya.

"Aku ingin memfokuskan pikiranku untuk koserku nanti. Tapi semakin aku tahan, aku tak bisa lagi," ujar Kim Jang Hoon. "Aku menulis pernyataan panjang ini karena kekejaman Jepang terhadap Bangtan Boys."

Menurut Kim Jang Hoon, ia menulis tanggapannya berdasar sejarah. Ia menegaskan bahwa apa yang ditulisnya bukanlah opini pribadi.

"Aku tidak menulis sebagai pendapat pribadi, tetapi dari kebenaran sebuah sejarah, logika umum yang universal, dan sudut pandang kemanusiaan," lanjut Kim Jang Hoon. "Saya akan mengunggah faktanya, besok pada pukul 12 malam. Dalam bahasa Korea, Inggris, dan Jepang, agar seluruh dunia tahu fakta yang sebenarnya, lalu menegur kekejaman dan kepicikan yang dilakukan oleh Jepang."

Kim Jang Hoon menambahkan bahwa Jepang memanipulasi kebenaran tentang sejarah. Ia juga memberikan kritik pedas terhadap sebuah majalah Jepang yang memberitakan tentang BTS.

Di akhir tanggapannya, Kim Jang Hoon meminta agar publik menggunakan logika. Ia pun membeberkan bukti-bukti tentang kekejaman Jepang pada masa penjajahan. Salah satunya adalah lewat Unit 731 yang disebut Maruta, unit ini pernah melakukan berbagai eksperimen mengerikan.

"Dari tahun 1940, 3 ribuan orang Korea, Tiongkok, Rusia, Mongolia, dan lainnya dikorbankan," lanjut Kim Jang Hoon. "Terungkap bahwa setelah kekalahan Jepang, 150 orang dieksekusi karena takut keberadaan unit 731 diketahui."

Fakta lain pun disampaikan Kim Jang Hoon. Ia menyebut bahwa ada penyelidik militer AS di Tokyo yang menulis laporan tindakan kejam yang terjadi pada tahun 1947. Dalam tulisannya, Kim Jang Hoon menilai Jepang masih saja mengelak.

"Besok kita berjumpa. Majalah Jepang yang menuntut penjelasan, maka saya akan berikan satu penjelasan," tambah Kim Jang Hoon. "Sampai jumpa besok. Ini adalah penyanyi Korea Kim Jang Hoon."

Seperti yang dijanjikan, penyanyi itu kemudian mengunggah lebih banyak fakta mengenai imperialisme Jepang. Ia juga menunjukkan kontroversi yang melibatkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Ia pun mengakhirinya dengan permohonan perdamaian dunia.

You can share this post!

Related Posts
Loading...