Empat Korban Selamat Berhasil Ditemukan, Beber Kondisi Mencekam Peristiwa Penembakan di Papua
Nasional
Tragedi Penembakan Papua

Diduga tewaskan 31 orang pekerja proyek Trans Papua dan satu anggota TNI, peristiwa berdarah ini tengah menjadi sorotan publik.

WowKeren - Publik tengah menyoroti peristiwa penembakan para pekerja proyek Trans Papua yang terjadi pada Minggu (2/12) kemarin. Kabarnya, peristiwa sadis tersebut menewaskan 31 orang pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Satu anggota TNI dikabarkan juga turut gugur dalam kejadian berdarah itu.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa sebanyak empat orang korban selamat dari peristiwa penembakan itu berhasil ditemukan. Mereka adalah beberapa pekerja yang berhasil melarikan diri dengan beberapa luka di tubuh.


Polisi juga mengungkap identitas empat orang yang berhasil melarikan diri dari peristiwa penyerangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). "Identitas keempat korban yang selamat adalah Martinus Sampe karyawan PT Istaka Karya dengan kondisi luka tembak di kaki kiri, Jefrianton karyawan PT Istaka Karya mendapat luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel, dan John petugas puskesmas," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, dilansir Tempo pada Rabu (5/12).

Empat orang korban tersebut saat ini sudah ditangani oleh tim medis. Mereka juga sempat memberikan keterangan mengenai kondisi mencekam yang berlangsung selama peristiwa penembakan. Mereka menyebutkan bahwa pos TNI yang berada di Distrik Mbuma hancur lebur akibat serangan KKB. Sementara itu, nasib 31 orang pekerja proyek juga masih belum diketahui.

Terkendala lokasi yang sulit dijangkau, berbagai informasi masih sulit didapatkan. Kendati demikian, peristiwa berdarah ini diduga terjadi karena salah satu pekerja proyek Trans Papua mengambil gambar pada saat perayan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mengetahui hal itu, para anggota OPM langsung memburu pekerja yang mengambil foto hingga menembaki yang lain.

Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, membantah bahwa peristiwa penembakan ini terjadi lantaran warga setempat menolak proyek Trans Papua. "Kalau warga sendiri semua tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur konektivitas ini. Ini menunjukkan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata tergantung pada ketersediaan dana," ujar Basuki saat menggelar konferensi pers pada Selasa (4/12) seperti dilansir Detik.

You can share this post!

Related Posts
Loading...