Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing, Menhub Tegaskan Masih Lakukan Evakuasi Korban
Instagram/kemenhub151
Nasional

Telah resmi dihentikan Basarnas pada 10 November lalu, Menteri Perhubungan tegaskan tetap lakukan evakuasi korban hingga saat ini.

WowKeren - Insiden jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 dan nomor registrasi PK-LQP masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Diketahui, pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang setelah 13 menit mengudara. Beberapa jenazah sudah berhasil dievakuasi, namun beberapa masih belum berhasil ditemukan.

Pada Kamis (13/12) kemarin, para keluarga korban pesawat yang jatuh pada 29 Oktober 2018 lalu itu menggelar demo di depan Istana Merdeka. Mereka menuntut adanya pengusutan secara tuntas terkait kasus ini. Para keluarga korban juga meminta agar pemerintah memberikan perhatian kembali terhadap kasus ini.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menegaskan bahwa proses evakuasi korban masih tetap dilakukan. Kendati Basarnas telah resmi mengakhiri proses evakuasinya pada 10 November 2018 lalu.


Budi karya menyatakan bahwa proses pencarian korban pesawat nahas tersebut masih dilakukan hingga sekarang. "Evakuasi tetap kita jalani, jadi kita lagi datangkan satu kapal lagi," ungkap Budi Karya ditemui di Hotel Mulia, Jakarta pada Kamis (13/12) kemarin.

Selanjutnya, Budi Karya juga membantah dugaan bahwa dirinya membiarkan 64 korban yang belum ditemukan. Pemerintah disebut masih terus berupaya melakukan evakuasi. Ia juga menyebut sudah memberi sanksi pada pihak Lion Air. "Kami melakukan special audit yang memberikan catatan-catatan untuk Lion Air melakukan suatu perbaikan-perbaikan. Kita ada beberapa yang direkomendasikan untuk dilakukan. Kemarin saya sudah copot direkturnya," ungkap Budi Karya.

Diketahui, sejumlah keluarga korban terlihat mengajukan gugatan kepada pihak Boeing selaku pembuat pesawat. Sebanyak 25 keluarga korban jatuhnya Lion Air resmi menggugat perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat itu. Mereka ikut meminta ganti rugi Boeing sebesar USD 100 juta.

Sebelumnya, hanya ada satu keluarga yang berani mengajukan gugatan terhadap Boeing pada November lalu. Namun, tindakan tersebut kemudian didukung oleh beberapa anggota keluarga lainnya yang menuntut kejelasan dari pihak Boeing selaku pembuat pesawat.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!