Bantuan Tak Tepat Sasaran, Ternyata Banyak Pengungsi 'Bodong' di Pandeglang
Nasional

Bupati Pandeglang meminta pihak kepolisian segera menangkap para pengungsi nakal agar tidak merugikan para korban bencana.

WowKeren - Setelah menderita karena harus kehilangan harta benda, warga terdampak bencana tsunami di Pandeglang harus menghadapi masalah lain. Bantuan yang diberikan oleh para donatur ternyata tak tersalurkan dengan baik ke tangan para pengungsi.

Penyaluran logistik yang tidak merata disebabkan adanya pengungsi bodong atau pengungsi palsu yang ikut menerima sumbangan. Hal ini tentu saja sangat merugikan para pengungsi yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Penyaluran logistik itu tidak merata,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami, Pandeglang pada Jumat (4/1). “Juga ada yang menerima banyak juga ada yang kurang akibat adanya pengungsi 'bodong' itu.”

Bantuan logistik yang datang dari berbagai daerah ditampung di pos-pos kecamatan maupun posko utama di Labuan, Pandeglang. Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa ada juga pengungsi palsu yang turut menerima bantuan tersebut.

Untuk itu, Irna meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap para oknum nakal tersebut. Sebab menurutnya, para donatur tidak tahu-menahu mana pengungsi yang sebenarnya. “Kami berharap pelaku pengungsi bodong itu bisa diamankan kepolisian,” tambah Irna.


Jika hal ini dibiarkan, maka warga yang benar-benar pengungsi akan sangat menderita. Oleh sebab itu, ia meminta pada para donatur untuk menyerahkan bantuan pada pos-pos resmi yang ada di kecamatan.

Irna sangat berterima kasih pada para donatur yang telah bersedia memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban bencana. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak membiarkan masyarakat untuk menghimpun bantuan di jalan raya karena hal itu dianggap memalukan.

“Kami membudayakan rasa malu,” terang Irna. “Agar masyarakat tidak menghimpun bantuan di jalan raya yang mengganggu lalu lintas.”

Terkait hal ini, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan pihaknya akan berupaya menangkap para pengungsi bodong. Dengan begitu, para korban dapat mendapatkan apa yang menjadi hak mereka sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.

Saat ini banyak posko relawan tersebar di kecamatan Labuan. Pihaknya khawatir jika bantuan logistik tertahan disana sehingga tidak tersalurkan ke para korban bencana.

“Kami khawatir posko sukarelawan itu menerima bantuan logistik,”kata Indra dilansir Antara pada Jumat (4/1). “Tetapi tidak disalurkannya.”

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait