Ruben Onsu melaporkan Sarwendah ke KPAI atas dugaan pelanggaran hak asuh anak.
- Senin, 22 Juni 2026 - 20:01 WIB
WowKeren - Ruben Onsu, presenter terkenal Indonesia, dilaporkan mengunjungi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin, 22 Juni 2026. Dalam kunjungannya, Ruben didampingi oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang, untuk berkonsultasi dan melaporkan dugaan pelanggaran hak anak yang melibatkan kedua putrinya, Thalia dan Thania.
Tujuan utama kedatangan Ruben ke KPAI adalah untuk mengungkapkan kekhawatirannya terkait aktivitas anak-anaknya yang turut serta dalam program live jualan yang dipandu oleh Sarwendah. Menurut Ruben, keikutsertaan Thalia dan Thania dalam live tersebut patut dipermasalahkan karena dilakukan pada waktu yang tidak seharusnya. "Poinnya di anak, itu saja. Itu (perihal Thalia dan Thania yang ikutan muncul di live jualan) di antaranya," jelas Ruben Onsu, seperti yang dikutip dari Youtube Cumicumi.
Lebih lanjut, Ruben menjelaskan bahwa aktivitas tersebut tidak hanya merugikan waktu istirahat anak-anaknya, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif. Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, menegaskan bahwa penggunaan waktu istirahat anak untuk kegiatan seperti itu seharusnya mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua, termasuk Ruben sebagai ayah.
"Jangan menggunakan jam istirahat anak itu untuk melakukan hal-hal yang seperti itu yang harusnya ini mendapatkan persetujuan bukan hanya dari ibunya tapi juga dari ayahnya," kata Minola dengan tegas. Hal ini menunjukkan bahwa Ruben dan kuasa hukumnya sangat memperhatikan hak-hak anak dan tidak ingin mereka terpapar pada situasi yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Pihak kuasa hukum juga menggarisbawahi adanya penggunaan bahasa yang tidak pantas dalam live tersebut, yang dianggap tidak layak untuk didengar oleh anak-anak. Mereka telah menyiapkan bukti-bukti yang menunjukkan bagaimana Thalia dan Thania sepertinya terbebani dengan kegiatan tersebut.
Minola menambahkan, "Bahkan dalam live itu sendiri ada situasi-situasi yang sebenarnya itu tidak aman buat anak. Apa itu tidak aman? Ya bahasa-bahasa dewasa, kemudian mungkin gestur-gestur yang sebenarnya ada konotasinya itu seperti pesan-pesan yang mengarah ke sesuatu hal yang sebenarnya itu tabu." Dengan pernyataan tersebut, pihak Ruben Onsu berharap agar masalah ini bisa ditangani dengan serius oleh KPAI demi kepentingan anak-anak.
Berikut video yang diunggah...
Dari kasus ini, terlihat bahwa Ruben Onsu berusaha untuk melindungi hak dan kesejahteraan anak-anaknya. Masalah pelanggaran hak anak di Indonesia memang kian sering menjadi perhatian publik, dan langkah Ruben ini bisa menjadi salah satu contoh bagi orang tua lainnya untuk lebih peduli terhadap aktivitas yang melibatkan anak-anak mereka.
(wk/timw)