Andi Arief merasa menemukan beberapa keanehan terkait Pilpres, iapun membagikan beberapa cuitan saran untuk Prabowo Subianto.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 07 Januari 2019 - 13:41 WIB
WowKeren - Nama Andi Arief ramai dibicarakan usai dirinya membagikan cuitan mengenai kecurigaan adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos. Menindaklanjuti cuitan Andi, KPU langsung memberikan tanggapan berupa bantahan tegas. Namun, cuitan Andi tersebut justru berujung panjang.
Disebut telah menyebarkan hoaks, Andi Arief lantas dilaporkan ke polisi oleh timses Joko Widodo. Usai resmi dilaporkan, Andi lantas membagikan cuitan bahwa dirinya diperlakukan layaknya teroris. Wasekjen Partai Demokrat ini juga menyebutkan bahwa rumahnya telah digerebek.
Kali ini, kembali lewat cuitannya, Andi mengaku mencium beberapa ketidakberesan yang terjadi terkait Pemilu. Ia lantas menyarankan bagi Capres yang diusungnya, yakni Prabowo Subianto untuk segera berkonsultasi dengan rakyat.
Senaiknya Pak Prabowo segera berkonsultasi dengan rakyat.
— andi arief (@AndiArief__) 7 Januari 2019
Kalah Pilpres karena keanehan yang sistematis cukup menyakitkan.Meski bisa muncul people power atau protes hasil dan legitimasi Pemilu, namun tidak ada celah bagi yg dicurangi untuk otomatia menjadi Presiden.
— andi arief (@AndiArief__) 7 Januari 2019
Kalau Pak Prabowo mwnggunakan hak Boikot Pemilu demgan alasan Keanehan yang tersistematis, memangnya Pak Jokowi bisa menjadi Presiden untuk kedua kalinya?
— andi arief (@AndiArief__) 7 Januari 2019
Andi menyatakan bahwa kekalahan Prabowo yang seolah sistematis ini sangatlah aneh dan tentu saja menyakitkan. Ia lantas menyarankan Prabowo untuk menggunakan haknya memboikot Pemilu.
Mengenai anggapan bahwa cuitan Andi Arief adalah hoaks, kubu Prabowo mengaku merasa lucu. Pasalnya, kubu Prabowo menyatakan bingung terkait tindak pidana apa yang akan dikenakan pada Andi Arief. Sementara itu, beberapa pihak juga menyebutkan bahwa apa yang dicuitkan Andi tersebut hanya berupa pertanyaan yang membutuhkan pengecekan.
(wk/silm)