Klarifikasi Isu Negatif, PKS Usul Jokowi dan Prabowo Duduk Berdampingan
Instagram
Nasional

Jika isu-isu negatif tidak diklarifikasi, maka akan tetap tertanam di benak masyarakat dan bisa menyebabkan perpecahan bangsa.

WowKeren - Selama masa kampanye, banyak sekali isu-isu sensitif bertebaran di masyarakat. Selalu ada saja pihak yang sengaja menghembuskan berita hoaks untuk menjatuhkan kedua kubu pasangan calon baik Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terkait hal ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan agar kedua Capres untuk duduk bersama-sama dan memberikan klarifikasi terhadap isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat. Sebab, tak sedikit pula masyarakat yang percaya akan berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Prabowo kerap diisukan jika dirinya terkait dalam aksi penculikan terhadap sejumlah aktivis mahasiswa yang terjadi pada 1998 silam. Sedangkan Jokowi juga tak jarang diisukan jika dirinya adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan bahwa jika isu-isu tersebut tidak diluruskan, maka dikhawatirkan akan terus tertanam di benak masyarakat. Tak menutup kemungkinan hal ini akan menjadi pemicu perpecahan bangsa.

Untuk itu, ia meminta Prabowo agar menjelaskan keterlibatan dirinya dalam aksi 1998. Begitu juga dengan Jokowi agar meluruskan kaitan dirinya dengan PKI.


"Hoaks membelah bangsa," kata Mardani di Cikini, Jakarta Pusat pda Selasa (8/1). "Sangat baik kalau elite menunjukkan (menjelaskan) isu sensitif. Kita bisa duduk bareng."

Mardani mengungkapkan bahwa gagasan tersebut sudah ia sampaikan pada Presiden PKS, Mohamad Sohibul. Sohibul pun sangat mendukung gagasan tersebut.

"Saya dengan Pak Sohibul Iman di PKS sudah menyampaikan, tapi belum sampai pada konklusi," sambung Mardani. "Tapi idenya harus disampaikan dahulu."

Saat ini, kecanggihan teknologi memungkinkan penyebaran hoaks yang lebih cepat. Tak hanya melalui media massa, namun juga media sosial. Padahal menurut Mardani, jika hoaks semakin berkembang justru akan merugikan masyarakat dan negara.

"Karena siapa pun pemenangnya," tambah Mardani. "Kalau hoaks meningkat yang kalah masyarakat dan negara."

Sebelumnya, kekhawatiran akan perpecahan bangsa juga pernah disampaikan oleh calon wakil presiden nomor urut 01. Ma'ruf mengimbau kepada semua pihak agar kampanye tidak menjadi sumber perpecahan. "Jangan sampai pemilu itu menyebabkan perpecahan," ujar Ma'ruf di kediamannya pada Senin (7/1).

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait