Gunung Agung di Bali Kembali Erupsi, Lontarkan Material Kerikil dan Abu Selama 4 Menit
Nasional

Gunung Agung kembali erupsi pada 10 Januari 2019 malam dan melontarkan berbagai material vulkanik.

WowKeren - Akhir-akhir ini, terdapat banyak aktivitas gunung vulkanik di Indonesia. Mulai dari Gunung Anak Krakatau hingga Gunung Merapi, erupsi membuat warga sekitar menjadi was-was.

Kini, giliran Gunung Agung di Bali yang mengalami erupsi pada 10 Januari 2019. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.55 WITA selama 4 menit.


Gunung Agung pun mengeluarkan abu yang mengarah ke barat laut. Namun kolom abu tidak begitu jelas terlihat karena ada kabut tebal.

"Erupsi tadi terjadi sekitar 4 menitan. Ketinggian abu tidak teramati oleh pengamat pos karena terhalang kabut," ujar Kepala Sub-bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Kamis (10/1). "Abu dilihat dari citra satelit BMKG maupun AAC Darwin menunjukkan arah angin ke barat laut. Ketinggian sekitar 5.400 meter dari permukaan laut atau sekitar 2.000 dari puncak kawah."

Menurut Devy, lontaran material yang keluar dari peristiwa erupsi tersebut berupa kerikil, abu, dan pasir. Akibatnya, daerah barat laut Gunung Agung, seperti Desa Ban dan Banjar Dukuh, terdampak oleh hujan abu dengan intesitas tipis.

Devy juga menjelaskan bahwa masih belum ada tanda-tanda erupsi susulan. Namun tim PVMBG tetap akan memonitor aktivitas Gunung Agung selama 24 jam.

"Kalau erupsi susulan terus menerus atau erupsi lebih besar belum ada," jelas Devy. "Tetapi kita terus monitor 24 jam aktivitas Gunung Agung oleh tim PVMBG. Status masih di Siaga Level III.”

PVMBG masih menetapkan status Siaga pada Gunung Agung karena belum ada indikasi erupsi yang lebih besar. Namun apabila ditemui aktivitas yang lebih tinggi, status tersebut nantinya akan kembali dievaluasi.

"Kalau ada terjadi indikasi-indikasi bahwa dia aktivitasnya lebih tinggi akan kita evaluasi lagi statusnya," ujar Devy. "Indikasi ke arah erupsi yang lebih besar itu belum.”

Sebelumnya, Gunung Agung sudah pernah erupsi pada 30 Desember 2018 dengan ketinggian yang hampir sama dengan erupsi terbaru. Erupsi tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu di beberapa wilayah di Karangasem.

You can share this post!

Related Posts
Loading...